loading...
Loading...
Kasatlantas Sragen AKP Dani Permana Putra saat memeriksa surat kendaraan salah satu pengendara dalam razia di Jembatan Garuda Sragen Kota, Jumat (2/11/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Operasi Zebra Candi 2018 di wilayah Polres Sragen, resmi berakhir Senin (12/11/2018). Hasilnya cukup mencengangkan.

Dalam kurun dua pekan operasi digeber, Polres Sragen menjaring sebanyak 5.547 pelanggar yang dikenai sanksi tilang. Angka itu melonjak tajam hingga 450 % dibanding operasi serupa di akhir 2017 silam.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasatlantas AKP Dani Permana Putra mengungkapkan sejak digeber 30 Oktober-12 November 2018, operasi zebra mencatat ada 5.547 lembar surat tilang yang dikeluarkan untuk 5.547 pengendara. Sanksi tilang diberikan untuk mereka yang melakukan pelanggaran kategori berat yang mencakup 7 aspek pelanggaran fatal.

Angka itu meningkat hampir 4.500 pelanggar atau 450 % dari tahun lalu. Menurut AKP Dani selama 14 hari operasi pada 2017 lalu, jumlah pelanggar yang dikenai tilang hanya 1.055 orang.

Baca Juga :  Kasat Sebut Satu Berkas Alsintan Jilid 2 Masih Gelar Perkara, Kejari Tegaskan Sudah Ada 2 Berkas dan 2 Tersangka. Berkas Tinggal Tunggu 14 Hari Diteliti

“Memang mengalami peningkatan cukup signifikan. Hampir 450 persen dari tahun lalu. Tapi efeknya dengan makin banyak pelanggar yang terjaring, memang angka kecelakaan lalu lintas akhirnya menurun drastis,” paparnya Senin (12/11/2018).

Kasatlantas menguraikan helm standar menjadi pelanggaran tertinggi dengan angka menxapai 1.300 orang. Disusul kemudian melawan arus dan tidak memakai sabuk keselamatan masing-masing 1.000 pengendara.

Sedangkan pelanggaran lain masih relatif di bawah angka 1.000 orang.

Lebih lanjut dijelaskan tingginya pelanggar yang terjaring, berbanding lurus dengan menurunnya angka kecelakaan. Ia menyampaikan dari data kejadian kecelakaan, selama kurun 2 pekan operasi digelar, tercatat menurun drastis menjadi 19 kasus saja.

Baca Juga :  Puting Beliung Porak-porandakan 2 Desa di Kalijambe Sragen. Total 141 Rumah Rusak, 1 Peternakan Roboh dan Puluhan Pohon Tumbang 

Padahal periode yang sama di operasi serupa 2017 lalu ada 52 kasus kecelakaan selama 14 hari operasi digelar.

“Tahun lalu selama 2 pekan, korban laka yang meninggal ada enam. Periode ini tidak ada korban MD. Yang kita hitung adalah MD di TKP karena laporan kejadian kita secara online,”  tandasnya. Wardoyo

Loading...