JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Buntut Aksi Dua Jari, Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu

pilpres
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA – Seorang pejabat pemerintah memang perlu “empan papan”, apalagi di tengah suasana menjelang Pilpres seperti ini.

Salah-salah memang bisa berurusan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Seperti yang dialami Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akhirnya dilaporkan ke Bawaslu.
Pelapora  itu bermula dari aksi Anies yang  mengacungkan ibu jari dan jari telunjuk saat hendak memberikan sambutan pada Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Bogor pada Senin lalu.

Dengan aksinya itu, dia dianggap menguntungkan pasangan calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandaiaga Uno.

Baca Juga :  Muhadjir Minta Gubernur Tak Cuma Tangani Covid-19, Tapi Ekonomi Bermasalah

Pelaporan terhadap Anies dilakukan R. Adi Prakoso yang mengatasnamakan dari Barisan Advokat Indonesia. Bawaslu menerima laporan itu dua hari setelah kejadian, 19 Desember 2018.

“Terlapor Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Pokok laporannya adalah Anies Baswedan diduga mengacungkan salam dua jari yang merupakan simbol salam dari pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno,” kata Ketua Bawaslu RI, Abhan, di Media Center Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis ( 20/12/2018).

Baca Juga :  Insiden Penusukan Syekh Ali Jaber: Pelaku Sudah Ditahan, Polisi Belum Tahu Motif Penyerangan

Menurut Abhan, pelapor menilai tindakan Anies yang merupakan pejabat negara itu menguntungkan salah satu peserta pemilu, apalagi saat ini masih dalam masa kampanye, seperti diatur dalam Pasal 547 Undang-Undang Tahun 2017.

Bawaslu akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melimpahkan ke Bawaslu Jawa Barat dan Bawaslu Kabupaten Bogor karena peristiwanya terjadi di Bogor. “Nanti kami akan selalu mensupervisi atas penerusan laporan dari saudara Adi Prakoso ini,” ujar Abhan..#tempo.co