JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jadi Sorotan Nasional, Oknum Dokter Galak di Puskesmas Tanon Sragen Akhirnya Dilengser 

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN- Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap keberadaan oknum dokter di Puskesmas Tanon II yang dikeluhkan banyak warga karena berperangai galak. Setelah isu itu menjadi sorotan nasional, sang dokter perempuan berinisial SG itu akhirnya diberikan sanksi dilengser dari tugasnya sebagai dokter di Puskesmas yang berlokasi di Jalan Brumbung-Gemolong tersebut.

“Sudah langsung kami ambil tindakan. Setelah tim terjun ke Puskesmas dan mengklarifikasi beberapa pihak, akhirnya kami memutuskan dia ditarik ke dinas. Dan sudah tidak bertugas lagi di Puskesmas. Sejak Hari Jumat (14/12/2018),” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto kepada Joglosemar, Senin (17/12/2018).

Ia mengungkapkan keputusan itu diambil berdasarkan hasil penelusuran tim yang diterjunkan ke lapangan untuk klarifikasi pekan lalu. Selanjutnya, sang dokter paruh baya itu kini diberikan tugas baru ditarik ke DKK.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Ngrampal Sragen Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Jumlah Total Kasus Melonjak Jadi 485, Sudah 68 Warga Meninggal dari PP Hingga Positif

Sebagai penggantinya, Hargiyanto menyampaikan sudah menunjuk Dr Edy Sutikno sebagai dokter di Puskesmas Tanon II. Ia menggaransi sang dokter pengganti itu diyakini akan bisa melayani dengan baik dan ramah.

Lebih lanjut, Hargiyanto berharap dengan sudah dilakukan pergantian, kualitas pelayanan di Puskesmas Tanon II bisa meningkat dan semakin baik.

Terkait kasus itu, pihaknya juga berharap bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak di semua lini pelayanan DKK maupun fasilitas kesehatan agar senantiasa menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Utamakan pelayanan dengan mengedepankan senyum sapa salam. Meski sebenarnya juga sudah tak henti kami sampaikan. Lalu setiap hal atau kondisi apapun, usahakan dikomunikasikan dan disampaikan dengan baik ke pasien. Jaga koordinasi dan komunikasi, itu kunci utamanya,” pesannya.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto berharap agar kasus keluhan dokter atau petugas medis galak itu menjadi yang terakhir. Diharapkan ke depan tak ada kasus serupa yang terulang kembali.

Baca Juga :  PSBB Jakarta Jadi Mimpi Buruk bagi Sragen, Omzet Puluhan Perajin Batik Makin Anjlok. Pemilik Batik Brotoseno: Baru Saja Mau Bangkit, Kini Ambles Lagi!

“Orang sakit itu secara psikologis sudah drop. Mereka butuh suasana yang menyejukkan, perkataan yang menenangkan serta layanan penuh keramahan dan senyuman,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejak diangkat di media, berita soal tabiat dokter galak di Puskesmas Tanon II itu langsung menjadi sorotan luas di kalangan publik. Tak hanya di Sragen, berita itu juga mendapat banyak tanggapan bernada keprihatian dari pembaca di luar daerah yang membaca via share media sosial.

Bahkan hingga Selasa (18/12/2018), berita keluhan soal dokter galak itu dibagikan lebih dari 1000 kali dan dibaca hingga 10.000 lebih pembaca dari berbagai daerah. Wardoyo