JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mendadak Heboh Muncul Ajaran Sesat Sensen Mengaku Rasul. Salat Menghadap ke Timur, Pengikut Ribuan 

Ilustrasi. pexels
Ilustrasi. pexels

GARUT– Masyarakat Garut mulai diressahkan dengan kemuncukan sekte mengarah aliran sesat. Sekte itu memunculkan nama Sensen sebagai rasul dengan ajaran salat tidak menghadap kiblat namun menghadap ke timur.

Jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Caringin pun berencana untuk melaporkan secara resmi dugaan kasus penistaan agama yang terjadi di daerahnya.

Hal ini menyusul adanya pernyataan warga yang menyatakan pengakuan jika Sensen Komara bin Bakar Misbah merupakan rosul mereka serta melaksanakan salat dengan menghadap ke arah timur.

Rencana akan adanya pelaporan secara resmi ke pihak kepolisian terkait aktivitas warga yang dianggap menyimpang dari syariat Islam itu diungkapkan Ketua MUI Kecamatan Caringin, Ahmad Nurjaman.

Menurutnya, pengakuan Sensen sebagai rosul dan salat menghadap ke arah timur merupakan perbuatan sesat dan menyesatkan dan telah memenuhi unsur penistaan agama.

Nurjaman mengaku khawatir sekaligus prihatin dengan adanya aktivitas warga yang menyimpang tersebut. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena bisa saja ajaran tersebut terus berkembang sehingga jumlah pengikutnya akan terus bertambah.

Baca Juga :  Mahasiswa Unpar yang Tak Hadiri Kuliah Jokowi Bakal Kena Sanksi Administrasi, Ini Penegasan Rektor

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, tutur Nurjaman, saat ini di daerahnya ada 40 orang pengikut Sensen yang terdiri dari 20 kepala keluarga. Mereka termasuk pengikut Sensen yang militan dan hal ini telah berlangsung cukup lama.

“Penyebaran ajaran sesat Sensen di daerah kami ini sudah berlangsung lama. Kejadian terakhir yang sempat ditangani yakni pada tahun 2013,” ujar Nurjaman, Rabu (5/12/2018).

Terkait adanya dugaan faktor ekonomi yang menyebabkan sejumlah warga Kecamatan Caringin begitu mudah terbujuk untuk mempercayai ajaran Sesen dan mau menjadi pengikutnya, menurut Nurjaman hal itu tidak benar.

Karena berdasarkan penilaiannya, para pengikut Sensen kondisi perekonomiannya tidak terlalu rendah tapi bisa dikatakan sejajar dengan warga pada umumnya yang rata-rata bermatapencaharian sebagai petani.

Nurjaman melihat faktor keyakinanlah yang lebih kuat yang menyebabkan mereka mempercayai ajaran Sensen dan mau menjadi pengikutnya. Secara sosial, keseharian mereka di lingkungannya tidak menunnukan adanya perbedaan karena mereka biasa bersosialisasi dengan warga lainnya.

Baca Juga :  Jokowi Putuskan  "Nusantara" untuk Nama IKN yang Baru, Ini Reaksi dari Berbagai Pihak

“Aktivitas sehari-hari dengan warga lainnya terlihat normal-normal saja. Perbedaan yang jelas hanya pada saat melaksanakan salat, mereka menghadap ke arah timur, bukan ke barat dan ini sudah mulai mereka lakukan sejak bulan Juni lalu,” katanya.

Masih menurut Nurjaman, perbedaan lainnya yang juga mencolok yakni kalimat syahadat mereka yang berbeda. Kata Muhammad mereka ganti dengan kata Bapak Drs Sensen Komara bin Bakar Misbach.

Hal inilah yang menimbulkan keyakinan warga dan MUI jika mereka telah menganut ajaran yang sesat sehingga rencananya akan dilaporkan ke kepolisian.

Diakuinya, pada Selasa (4/12/2018) kemarin, pihaknya bersama sejumlah tokoh masyarakat Caringin lainnya telah datang ke Mapolres Garut. Namun tujuannya lebih ke konsultasi dengan pihak kepolisian sehingga pelaporan secara resmi saat itu belum dilakukan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua