JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Sinkronisasi Program Pendidikan Dasar di Wonogiri. Ini yang Dilakukan Tanoto Foundation

Deputy Coordinator Government and Liason Tanoto Foundation Fian Falopi saat memberikan penjelasan strategi diseminasi yang melibatkan banyak pihak di Wonogiri.
Deputy Coordinator Government and Liason Tanoto Foundation Fian Falopi saat memberikan penjelasan strategi diseminasi yang melibatkan banyak pihak di Wonogiri.

WONOGIRI–Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation yang merupakan partner Pemkab Wonogiri dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar mengumpulkan stakeholder pendidikan di Wonogiri, di RM Saraswati, Senin (10/12/2018).

“Berkaitan dengan percepatan pemerataan kualitas, khususnya pembelajaran, manajemen sekolah, maupun budaya baca, PINTAR mencoba menyambungkan semua komponen pendidikan untuk ikut memikirkan dan berkontribusi. Kami memfasilitasi semua komponen untuk hadir dan mensinkronkan program yang dapat saling menguatkan, sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” kata Koordinator PINTAR Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah Dr Nurkolis.

Doktor manajemen tersebut menjelaskan PINTAR Tanoto Foundation telah melakukan pengambilan data di beberapa sekolah mitra pada kurun Agustus-Oktober 2018. Data tersebut telah diolah dan didapatkan beberapa simpul-simpul masalah yang dapat diselesaikan secara utuh. Masalah utama di sekolah bukan secara fisik namun terkait dengan konten-konten non fisik. Hal tersebut sesuai dengan program dari PINTAR dimana telah disediakan berbagai paket pelatihan untuk peningkatan kualitas.

Baca Juga :  Sah Lur, Pilkada atau Pilbup Wonogiri 2020 Diikuti 2 Paslon, Yakni Joko Sutopo-Setyo Sukarno alias Josss dan Hartanto-Joko Purnomo atau Harjo, KPU Sudah Menetapkan

“Kami melihat masih banyak peluang untuk dikembangkan dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Misalnya untuk mengembangkan budaya baca sekolah, PINTAR memiliki cara dan dana untuk mengembangkannya, sekolah memiliki sumber daya untuk mengembangkan, desa juga memiliki sumber daya dan pembiayaan, Dinas Pendidikan juga memiliki biaya untuk pengembangan. Bila semua disinkronkan, maka budaya baca bisa dikembangkan dan akan lebih cepat terealisasi dari berbagai pihak,” jelas dia.

Untuk mendukung sinkronisasi dan penyebarluasan program, program PINTAR Tanoto Foundation di tahun 2019 juga akan memfasilitasi dana sebesar Rp. 100 juta. Dana tersebut bersifat sharing, sehingga bagi pihak yang tertarik untuk mendiseminasikan konten-konten serta program harus menyediakan dana pendamping.

Baca Juga :  Info Lur, TMMD Sengkuyung Dusun Gembuk Desa Bero Kecamatan Manyaran Wonogiri Resmi Dibuka, Proyek ini yang Dikerjakan

“Kami akan mendorong yang utama adalah dari APBD sebagai partner sharing, namun kami juga sangat terbuka bila ada pihak lain misal dari sekolah, KKG, MGMP, ataupun dari lembaga pendidikan di bawah Maarif maupun Muhammadiyah bila tertarik untuk memanfaatkannya,” kata Deputy Coordinator Government and Liason Fian Falopi.

Menurut dia, dana pendamping ini akan diberikan kepada sekolah atau madarasah selain mitra. Tujuannya mempercepat pengimbasan program di tempat lain. Hal ini perlu dilakukan agar pada tahun pertama kerjasama, pihak-pihak yang tertarik untuk melakukan praktik yang baik dari sekolah mitra bisa segera mengadaptasi pola keberhasilan baik dalam manajemen, budaya baca maupun pembelajaran. Aris Arianto