JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sunanto, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah adalah Alumnus UMS dan Pesantren Shabran

Sunanto (kiri) dan Dzulfikar (kanan). Foto: Muhammadiyah.or.id
Sunanto (kiri) dan Dzulfikar (kanan). Foto: Muhammadiyah.or.id

SUKOHARJO-Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah (PP) yang berlangsung di Yogyakarta pada Minggu-Kamis (26-29 Nopember 2018) telah memilih ketua umum yang baru menggantikan Dahnil Azhar Simanjuntak. Kader Muhammadiyah yang terpilih untuk memimpin Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 adalah Sunanto.

Pria yang akrab dipanggil Cak Nanto ini meraih suara terbanyak dalam proses pemilihan di area muktamar yang berlangsung di Spotarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (28/11/2018) lalu.

Sunanto meraih 590 suara mengalahkan dua kandidat lainnya yaitu Ahmad Labib 292 suara dan Ahmad Fanani 266 suara. Muktamar Pemuda Muhammadiyah juga menetapkan Dzulfikar Ahmad Tawalla sebagai Sekjend PP.

Pria berkacamata ini bukan orang baru di Pemuda Muhammadiyah. Pada masa kepemimpinan Dahnil Simanjuntak, pria asal Sumenep Madura ini menjabat sebagai Ketua Hikmah dan Hubungan Antarlembaga.

Sunanto rupanya sangat lekat dengan Surakarta. Pemimpin baru di Pemuda Muhammadiyah ini adalah alumnus Jurusan Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) angkatan 2000.

Saat menempuh kuliah di UMS, Sunanto tinggal di pesantren Muhammadiyah yakni Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran UMS, Makamhaji, Kartasura. Dia pun aktif di kepengurusan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo. Sunanto bahkan pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah.

Cak Nanto memang bukanlah aktivis baru di keluarga besar Muhammadiyah. Pria kelahiran 24 September 1980 itu, merupakan kader tulen persyarikatan yang tumbuh dan berkembang dari proses perkaderan Muhammadiyah. Bahkan sejak kecil, Cak Nanto tinggal di Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Sumenep.

Baca Juga :  Penderita Covid-19 Meningkat, Muhammadiyah Jateng Minta Pilkada Ditunda Demi Keselamatan Warga

Ia mulai bersentuhan dengan organisasi kemuhammadiyahan saat mengenyam bangku SMA Muhammadiyah 1 Sumenep. Saat itu , Sunanto aktif di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dan tercatat pernah menjadi Sekretaris IRM Sumenep.

Lulus SD dari Desa Lobuk, ia melanjutkan pendidikan di MTS Sumber Mas Ganding sekaligus Kabupaten Sumenep dan tinggal di Pondok Pesantren Sumber Mas. Berangkat dari keluarga tidak mampu, Cak Nanto pun mendapatkan beasiswa dari Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) untuk melanjutkan SMA di SMA Muhammadiyah 1 Sumenep.

Putra dari pasangan Muatram dan Zakiyah ini banyak belajar agama Islam dari pondok pesantren dan sekolah Islam. Dia pernah menyampaikan, ketertarikan awalnya pada Muhammadiyah karena adanya kesempatan dan aktualisasi diri lewat organisasi. Menurutnya, Muhammadiyah juga tidak pilih-pilih dalam menentukan pimpinan di organisasi.

Tidak berhenti di sana, Cak Nanto pun mengikuti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saat masih menjadi santri di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS pata tahun 2000  hingga 2001. Kemudian di tahun berikutnya didaulat menjadi Ketua Komisariat IMM Pondok Shabran tahun 2001 hingga 2002.

Perkaderan yang diikuti Cak Nanto kemudian kembali meningkat ke Pimpinan Cabang IMM Sukoharjo pada 2002-2004. Masih di IMM, Cak Nanto kemudian didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah tahun 2006 hingga 2008.

Saat memasuki perkaderan di tingkat pusat, Sunanto memegang posisi Ketua Bidang Hikmah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM tahun 2008-2010. Kiprah organiasasi kemuhammadiyahan berlanjut dengan menjadi Ketua Bidang Hikmah PP Pemuda Muhammadiyah tahun 2014-2018. Puncaknya, Ia menerima amanah sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tahun 2018-2022.

Baca Juga :  Sri Mulyani: Pembiayaan Utang Melonjak, APBN Kita Berat

Dengan banyak pengalamannya sebagai kader Muhammadiyah, Cak Nanto tetap aktif mengikuti kegiatan organisasi di luar Muhammadiyah. Diantaranya, menjadi Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Tengah tahun 2007 hingga 2009 dan Sekretaris Komiter Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) 2011 hingga 2014.

Sementara dalam ranah politik, Cak Nanto juga tergabung dalam Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) sejak 1999 hingga sekarang, dan saat ini sebagai koordinator JPPR. Sembari mengurus Pemuda Muhammadiyah, Sunanto memang juga berkecimpung di JPPR. Sejak 2017, posisinya di lembaga pemantau pemilu itu sebagai Koordinator Nasional, menggantikan Mochammad Afifuddin yang terpilih sebagai komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Sosok humoris ini diharapkan dalam kepemimpinannya Pemuda Muhammadiyah semakin banyak menebar kebaikan, membawa misi dakwah gembira, dan memajukan Indonesia.

Sunanto menegaskan tak akan menyeret Pemuda Muhammadiyah ke dalam politik praktis. “Pemuda Muhammadiyah tidak akan saya seret ke politik praktis. Tapi akan kami gerakkan individu-individu yang memiliki potensi untuk berpolitik,” kata dia.

Menurutnya, nama besar Pemuda Muhammadiyah begitu besar telah ditorehkan oleh Ketua Umum lama, Dahnil Anzar Simanjuntak. Untuk itu, ke depan ia ingin membawa Pemuda Muhammadiyah semakin kuat dan maju serta mampu mengantarkan kader-kadernya di orbitasinya.

Ia bertekad, ke depan Pemuda Muhammadiyah harus memperkukuh gerakan di bawah tenda besar tauhid, ilmu, dan amal. Pemuda Muhammadiyah akan terus bergerak memajukan bangsa. (Marwantoro|Pusat Data JSnews)