loading...
Loading...
Dok ACT

SULTENG – Sejak terjadinya bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi  di Sulawesi Tengah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus memberikan bantuan dan dukungan terbaik kepada korban  bencana.

Sejak awal oktober 2018 lalu, ACT gencar membangun ICS (Integrated Community Shelter) di berbagai titik yang berpusat di ICS Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

ACT meresmikan ketujuh kompleks ICS Selasa (8/1/2019), dari sebelas kompleks ICS yang disiapkan.

Acara peresmian dihadiri  Syuhelmaidi Syukur selaku Senior Vice President ACT, Paulina selaku Wakil Bupati Sigi, Kasman Lassa selaku Bupati Donggala, serta M. Alfatih Timur selaku CEO Kitabisa.com.

Syuhelmaidi Syukur mengatakan, ICS di Sulawesi Tengah tujuannya sama seperti pembangunan hunian sebelumnya, yakni sebagai upaya ACT dalam melayani korban terdampak bencana secara terpadu.

Baca Juga :  KPU: Konyol Kalau Penggugat Tak Bisa Buktikan Ada Penggelembungan Suara

“ACT mengerahkan semua kekuatan dan kemampuan sebagai bagian dari cara ACT merespons setiap masalah pascabencana secara cepat, total, dan tuntas,” jelas Syuhelmaidi sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Dijelaskan, tujuh kompleks ICS yang diresmikan  meliputi ICS Duyu, ICS Ulujadi, dan ICS Habib Soleh di Kota Palu; ICS Lolu, ICS Sibalaya, ICS Soulowe di Kabupaten Sigi; serta ICS Wani di Kabupaten Donggala. Jumlah total yang sudah terbangun dalam semua kompleks itu sebanyak 656 unit, dari 1.168 unit yang disiapkan.

“Insya Allah, masa pemulihan pascabencana Sulawesi Tengah tidak hanya sampai di sini. Kami pun sedang dalam tahap pembangunan satu kompleks ICS lagi. Target ACT akan bangun 11 kompleks ICS, tiga yang tersisa sudah  tahap persiapan, tinggal eksekusi pembangunannya. Kami mohon doa dan dukungannya,” tutur Syuhelmaidi.

Baca Juga :  Pemeriksaan Saksi Sengketa Pilpres Bisa Saja dengan Video Conference

Dikatakan, Desa Lolu dipilih sebagai lokasi HDC karena lahannya yang luas, menampung 160 unit shelter. Kondisi lingkungan dan masyarakatnya pun kondusif, di samping Desa Lolu juga menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi yang besar.
” HDC ini menjadi tahap pertama, sambil kita mempersiapkan aksi-aksi selanjutnya,” ungkap Syuhelmaidi.

Sedanglan Rizky Wihardi selaku Koordinator HDC memaparkan, nantinya HDC akan menjadi pusat layanan logistik untuk warga terdampak bencana yang berada di sekitar Desa Lolu.

Baca Juga :  Diminta Bantu Kivlan Zen Terkait Kasusnya, Menhan  Angkat Tangan

Sebelumnya, para penerima manfaat HDC juga mendapat Humanity Card sebagai alat tukar barang logistik. Setiap keluarga mendapat satu kartu untuk pengambilan satu kali per dua minggu.

“HDC di ICS Desa Lolu siap melayani 4.200 keluarga atau setara 16.000 jiwa. Sehingga dihitung per hari, HDC mampu mendistribusikan 300 paket logistik secara gratis bagi para warga terdampak. Tahap pertama dalam pemulihan, insya Allah HDC akan hadir selama tiga bulan ke depan,” tambah Rizky.

ACT akan terus berupaya mendampingi masyarakat terdampak bencana di Sulteng di masa pemulihan ini, baik dalam penyediaan hunian, pangan, hingga pembangunan fasilitas umum. A.Setiawan

Loading...