loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

SEMARANG – Kapolsek Semarang Utara Kompol I Made Sapru memimpin langsung kegiatan Konferensi Pers kasus pembunuhan yang menewaskan Dean Fagih Putra (17) warga Srondol Kulon Kelurahan Banyumanik. Dari pengakuan tersangka Bagus Aditya alias Ucil (22) warga Jl.Tikung Baru Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, pembunuhan dipicu bentrok dengan geng 69.

Tersangka dibekuk Senin (31/1/2018) pukul 15.30 WIB. Dari tersangka Polsek Semarang Utara berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor, 1 buah belati yang digunakan tersangka untuk menusuk korban dan pakaian tersangka serta pakaian korban.

Baca Juga :  Tipu Belasan Calon TKI ke Korea dan Jepang dan Taiwan, Warga Banyumas Dibekuk Polisi. Raup Ratusan Juta Dari Para Korban 

Kapolsek Semarang Utara menerangkan kejadian tersebut bermula pada saat tanggal 29 Desember 2018 sekitar pukul 02.00 WIB korban bersama dua temannya berboncengan tiga.

Mereka kemudian bertemu dengan teman lainya di Lampersari lalu melanjutkan perjalanan menuju Rumah Pompa Boom Lama Semarang.

Entah karena apa, kemudian korban teribat pertengkaran dengan pelaku yang merupakan anggota dari geng Newtik sedangkan untuk korban merupakan anggota dari geng 69.

Dari keterangan tersangka ia mengaku menusuk korban lantaran kampungnya diganggu oleh orang lain.

Baca Juga :  Tertangkap Jual Anggur Merah, Fathurohman Divonis Satu Bulan Penjara 

“Pada saat itu saya baru bangun tidur kemudian saya melihat warga kampung saya dikeroyok oleh orang yang tidak dikenal. Untuk solidaritas serta karena terpancing emosi saya langsung masuk kerumah dan mengambil belati lalu mengejar korban dan menusukan belati yang saya bawa ke paha dan punggung sebanyak dua kali,” terang Bagus Aditya alias Ucil (22).

Setelah mengetahui korban meninggal tersangka memutuskan untuk langsung pulang kerumah.

Mengetahui Dean Fagih Putra (17) terkena tusukan belati teman korban berinisiatif membawa korban ke rumah sakit Tamtama di Jl. Dr Soetomo namun naas nyawa korban tidak tertolong.

Baca Juga :  Setan Apa Yang Merasuki Bapak di Magelang Ini. Tega Setubuhi Putrinya Sendiri Yang Masih SMP Berulangkali 

“Kasus ini masih dalam perkembangan karena penyerangan ini ada sangkut pautnya dengan kejadian sebelumnya tawuran pemuda di Fly Over jl.Alteri Yos Sudarso,” imbuh I Made Sapru.

Akibat dari perbuatannya Bagus Aditya alias Ucil (22) terkena Pasal 351 ayat 3 dan Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman seumur hidup. Wardoyo

 

 

 

Loading...