JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ribut Batas Tanah, Seorang Kakek Tega Babat Adiknya dengan Sabit Hingga Tewas

Korban tewas bersimbah darah di tempat tinggalnya dengan luka serius di bagian bawah telinga, perut dan tangan. Foto : Istimewa
Korban tewas bersimbah darah di tempat tinggalnya dengan luka serius di bagian bawah telinga, perut dan tangan. Foto : Istimewa

GROBOGAN-Diduga gara-gara batas tanah, seorang kakek tega menghabisi nyawa adiknya. Perkelahian kakak beradik ini menggegerkan warga Dusun Dunglo, RT 05 RW 04, Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Sang adik bernama Radi bin Sutojoyo (54) tewas bersimbah darah di tempat tinggalnya dengan sejumlah luka di bawah telinga, perut dan bagian tangan libasan sabit oleh kakaknya Wadiyo bin Sutojoyo (74). Insiden mengerikan ini terjadi pada Minggu (27/1/2019) sekira pukul 09.00 WIB.

Diduga pemicu perkelahian maut antara saudara kandung tersebut adalah perkara batas tanah.

Menurut keterangan Joko. M warga sekitar,  mulanya keduanya diduga terlibat sengketa batas tanah. Sebelum kejadian perkelahian sadis itu, pelaku yang merupakan warga Dusun Beketro, Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung yang tidak lain kakak kandung korban berada di rumah korban. Saat itu korban tidak berada di rumah. Sesampainya korban tiba di rumah, perkelahian sadispun tak terhindarkan. Pelaku tega melibas adik kandungnya dengan sebilah sabit hingga tewas. Korban tewas seketika dengan posisi terlentang bersimbah darah di tempat tinggalnya dengan luka serius di bawah telinga, perut dan tangan.

Baca Juga :  Pandemi Picu Para Pemuda Karang Taruna Ini Program-program Simpatik

“Informasi yang saya dapat penyebabnya diduga akibat kasus sengketa batas tanah,” kata dia.

Informasi dari warga lain, Parnyo (32) warga lain membenarkan insiden perkelahian sadis yang melibatkan saudara kandung itu dipicu permasalahan sengketa batas tanah.

Baca Juga :  Jatingaleh, Kali Pancur dan Sejarah Perjalanan Sunan Kalijaga

“Ya benar, informasi yang saya dapat perkelahian sadis antara saudara kandung itu dipicu sengketa batas tanah,” kata dia.

Informasi yang berhasil dihimpun, tidak lama setelah insiden perkelahian sadis tersebut, petugas kepolisian dari Polsek Karangrayung dan Tim Inafis dari Polres Grobohan langsung tiba di lokasi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Kasus ini sudah ditangani petugas kepolisian Polres Grobogan. Satria Utama