JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ibu Anak Ini Mengintip Saat Rumidan Menindih dan Mencekik Istrinya

gantung diri
ilustrasi
Ilustrasi

TANGERANG – Ibu anak ini, Unayah (60) dan anaknya, Nurhalimah (17) kini sedang diperikaa intensif oleh polisi. Pasalnya, ia menjadi saksi kunci dalam kasus tewasnya suami istri di Pasar Sentiong, Balaraja, Tangerang.

Mereka satu-satunya orang yang tahu dengan mata kepala sendiri atas terbunuhnya Iyam (58) oleh suaminya sendiri Rumidan alias Abah Midan (65) tahun, seorang pedagang kelapa parut di Pasar Sentiong.

Rumidan pun menyusul istrinya yang tewas dengan bunuh diri menjerat lehernya dengan lain panjang. Pria tua itu tewas dengan posisi tubuh menggantung. Pembunuhan dan bunuh diri itu terjadi pada malam tahun baru, Senin (31/12/ 2018) pukul 00. 30 menjelang dini hari.

“Kami masih mendalami motif pembunuhan itu dan meminta keterangan saksi kunci,”kata Kapolsek Balaraja Komisaris Wendy Andrianto,  Selasa (1/1/2019).

Wendy mengatakan berdasarkan keterangan saksi Unayah, pada malam pergantian tahun itu dia dan anak perempuanya mendengar suara teriakan disertai tangisan Iyam.

Baca Juga :  Pidato Sidang Umum PBB: Presiden Jokowi Tegaskan Setiap Negara Berhak untuk Akses Vaksin Covid-19, Sebut Vaksin Jadi Game Changer Perang Global Melawan Pandemi

Unayah dan anaknya Nurhalimah merupakan pedagang nasi yang membuka warung di depan lapak kelapa parut milik pasangan suami istri Rumidan dan Iyam di Pasar Sentiong Balaraja.

Wendy menyebutkan Rumidan dan istrinya di lapak itu juga membangun bilik untuk tempat tinggal keduanya. Pasangan suami istri ini berasal dari Banten namun beda kabupaten. Rumidan berasal dari Kampung Cipacing Desa Maja Cikolek Lebak sedangkan istrinya berawal dari Kadu Hejo Pandegelang.

Belum diketahui sejak kapan mereka berdagang dan tinggal di Pasar Sentiong itu sejak berapa lama.

Unayah dan Nurhalimah mendatangi bilik itu dan mengintip ke dalam. “Mereka melihat Rumidan di atas tubuh Iyam dengan posisi tangan mencekik leher,”kata Wendy.

Namun keduanya tak bereaksi melapor dan memilih pulang karena hujan lebat. Keesokan hari pada Selasa (1/1/2019),  pasangan suami istri itu tak nampak batang hidungnya.

Baca Juga :  Khawatir Jadi Klaster Penularan Covid-19, PP Muhammadiyah Imbau KPU Tunda Pilkada

Unayah yang penasaran kembali mengintip bilik tetangganya itu. Dan betapa terkejutnya saat melihat Iyam tewas terlentang di atas kasur, sedangkan Rumidan menggantung dengan leher dijerat kain.

“Pintu bilik itu dikunci dari dalam,” kata Wendy.

Atas penemuan dua mayat itu, Selasa jelang siang pukul 10.30 dilakukan olah kejadian perkara oleh Kepala reserse kriminal Polres Kota Kabupaten Tangerang Ajun Komisaris Gogo Galesung bersama piket reskrim Inspektur Iqbal Wirada dan team, beserta Kasubnit Polsek Balaraja Ajun inspektur satu Mardi.

Polisi menyita barang bukti berupa kain panjang dalam kasus pembunuhan suami cekik istri tersebut. Adapun motif pembunuhan Rumidan terhadap sang istri menurut Wendy masih didalami.

“Selain saksi kunci kami juga mendatangkan dan meminta keterangan anak korban berusia 25 tahun untuk mengetahui kehidupan orangtuanya semasa hidup,” kata Wendy. #tempo.co