loading...

JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres), berita-berita hoaks semakin banyak bertebaran di media sosial (Medsos). Berita hoaks bahkan menimpa kedua Capres.

Namun menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo),calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) lebih banyak mendapatkan serangan dengan berita hoaks.

“Presiden Joko Widodo menjadi salah satu yang paling banyak diserang isu tersebut,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Kominfo), Rosarita Niken Widiastuti di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga :  Materi Pidato Kebangsaan Prabowo Akan Jadi Peluru dalam Debat Capres Kedua

Niken mengatakan, salah satu hoaks yang menimpa presiden berkaitan dengan isu PKI. Selain hoaks, menurutnya, banyak juga hujatan dan hinaan yang diterima oleh Jokowi.

Menurut Niken, mendekati Pemilu, penyebar hoaks juga menyerang penyelenggara Pemilu. Selain itu, korban hoaks yang lain ialah parlemen dan partai politik.

Menurut Niken, data tersebut diperoleh dari hasil analisis di media sosial. Dia memperkirakan, hoaks di media sosial akan semakin banyak lantaran Pemilu semakin dekat.

Baca Juga :  Nenek 75 Tahun di Kediri Dibunuh Pacarnya yang Berumur 26 Tahun. Sebelumnya Korban Sempat Disetubuhi
Loading...

Menurut Niken, sepanjang tahun 2018 saja, Kominfo menerima 14.427 aduan terkait hoaks. Dari hasil verifikasi, sebanyak 1.645 di antaranya terbukti merupakan hoaks. Jumlahnya meningkat dari tahun 2017 yaitu 7.430 aduan dengan 386 yang terverifikasi hoaks.

Untuk itu, Niken mengajak masyarakat untuk waspada.

“Jangan percaya begitu saja informasi di media sosial. Tidak semua informasi di media sosial benar,” katanya.

Niken mengajak masyarakat selalu memverifikasi setiap informasi yang didapat. “Informasi apapun harus kita cek dulu,” katanya.

Baca Juga :  Penghargaan Kebebasan Pers untuk Jokowi Bukan dari Dewan Pers, Ini Faktanya

www.tempo.co


Loading...