JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Mie Ayam Rp 2.000 di Gondang Sragen Yang Mendadak Jadi Perbincangan. Rela Antar Tanpa Ongkir, Motivasi Penjualnya Bikin Trenyuh! 

Rika Septiana di depan warung Mie ayam Rp 2.000 yang dirintisnya di Gondang, Sragen. Foto/Wardoyo
Rika Septiana di depan warung Mie ayam Rp 2.000 yang dirintisnya di Gondang, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warung Mie Ayam yang dikelola Rika Septiana Dewi (25) warga Dukuh Grasak 37, Gondang, Sragen, mendadak jadi buah bibir dan sorotan luas. Tak hanya harganya yang super murah, ternyata ada sisi lain yang membuat kita trenyuh.

Yakni, kondisi warung mie ayam di tepi jalan di Gondang itu yang sangat sederhana. Tak hanya itu, motivasi Rika dan suaminya, Ryan Febriana Tri Laksana (20), mematok banderol Rp 2.000 untuk porsi mie ayamnya, ternyata juga sangat menyentuh.

“Motivasi saya kasih harga Rp 2.000, ben wong ora nduwe, isa tuku dan mangan mie ayam Mas (Biar orang tidak mampu bisa beli dan makan mie ayam),” ujar Rika ditemui di warungnya, Selasa (22/1/2019).

Ibu muda dua anak itu menuturkan warung sederhana miliknya baru dirintis jalan dua bulan. Ia mengaku warung itu dikelolanya sendiri di tengah mengasuh dua anaknya yang masih kecil.

Suaminya bekerja jadi buruh dan kadang juga membantu jika dapat pesanan. Menurut Rika, resep memasak mie ayam diperolehnya turun temurun dari orangtua dan saudara-saudaranya yang semua juga berjualan mie ayam.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Sragen, Kesenggol Grandmax, Pengendara Motor Scoopy Asal Karangmalang Luka Parah dan Patah Bahu

Akan tetapi, yang berani mematok tarif Rp 2.000 memang hanya dirinya saja.  Meski harganya sangat murah, Rika menuturkan masih menjangkau dan dirinya tetap dapat keuntungan.

“Porsinya disedikitin. Ya agak kecil dibanding porsi umum. Kalau biasanya kan mie ayam paling Rp 8.000. Nah kalau saya porsinya agak kecil. Tujuannya biar anak-anak juga bisa beli, yang enggak mampu juga mampu beli,” urainya.

Tika menguraikan setelah merintis usaha, ia memang sengaja mempromosikan lewat semua media sosial baik FB, WA maupun grup-grup komunitas bisnis di Sragen. Rupanya respon publik sangat antusias terhadap ide kreatifnya menjual mie ayam dengan harga merakyat itu.

“Ya sedikit-sedikit tetap dapat untung. Yang kedua, kami bisanya sodakohe juga lewat itu (harga murah),” tutur Rika.

Meski murah, pelanggan mie ayamnya ternyata juga dari berbagai kalangan. Tak hanya anak-anak, orang dewasa, remaja bahkan orang tua juga banyak yang menjadi pelanggannya.

Baca Juga :  Gara-gara Virus Bernama Corona, TMMD Sengkuyung di Desa Terpinggir Sragen Terpaksa Digelar Tanpa Upacara. Tapi Dandim Pastikan Proyek Jalan Cor Blok Sepanjang 947 Meter Tetap Dilaksanakan 30 Hari!

Satu hal lagi, mie ayam murahnya juga melayani pemesanan dan diantar tanpa ongkos kirim.

“Kadang tetangga-tetangga sini pada pesen lewat HP dan WA. Meski hanya berapa bungkus, ya saya kirim. Namanya nyari pelanggan kan Mas, nggak boleh capek,” katanya.

Rika menambahkan setiap hari, ia buka mulai pukul 11.00 WIB. Di awal usahanya ia hanya mampu menjual 70 porsi. Namun seiring dengan usahanya yang makin banyak dikenal di dunia maya, usahanya makin laris.

“Sejak seminggu ini viral, omset mulai naik Mas. Alhamdulillah, sekarang sehari bisa 200 porsi. Mau nambah banyak, takut enggak habis. Sekarang jam 14.00 WIB sudah habis. Kalau ramai kadang dibantu Bapak atau Mbak saya,” tukasnya.

Rika mengaku sangat bersyukur banyak yang antusias dan menyukai usahanya. Ia hanya berharap usahanya bisa berkembang dan bisa memiliki warung yang lebih layak. Wardoyo