JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

PBB Resmi Dukung Jokowi-Ma’ruf, yang Membelot Sifatnya Hanya Perorangan

pilpres
Ilustrasi
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA –  Partai Bulan Bintang (PBB) secaea resmi telah menggulirkan dukungannya untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum PBB, Yusril Ihya Mahendra.  Dia mengatakan, sebagian besar calon legislatif partainya mendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf.

Kalaupun ada yang membelot, kata Yusril, jumlahnya hanya sekitar 80 dari 14.500 orang calon legisatif PBB di seluruh Indonesia.

Puluhan kader yang memilih mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno itu mendeklarasikan sebagai kelompok Caleg PBB Poros Mekkah.

Sedangkan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, kata Yusril, diputuskan dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat PBB pada 19 Januari 2019.

Baca Juga :  Semua Tenaga Honorer Pusat hingga Pemda Bakal Subsidi Gaji

“Aspirasi dukungan kepada pasangan Prabowo – Sandiaga itu  bersifat pribadi, bukan keputusan partai. Sebab partai sudah memutuskan untuk merapat ke Jokowi – Ma’ruf Amin,” kata Yusril di Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Menanggapi anggota PBB yang membelot, Yusril mengatakan hal itu tidakenjadi masalah.

“Tidak apa-apa. Kewenangan memutuskan dukungan pasangan capres itu adalah kewenangan DPP PBB, bukan kewenangan para caleg,” kata Yusril, di aula gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

Seperti diketahui, Kaban bersama dengan caleg PBB Poros Mekkah mengklaim pilihan dukungan ke pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 sebagai bentuk kesetiannya pada  Ijtima Ulama.

Baca Juga :  Penderita Covid-19 Meningkat, Muhammadiyah Jateng Minta Pilkada Ditunda Demi Keselamatan Warga

Kaban mengaku tak akan mempersoalkan keputusan pleno partai, karena perbedaan adalah hal yang wajar dan perlu dihargai.

“Ini kan demokrasi, jadi dalam demokrasi itu harus saling menghormati perbedaan,” ujarnya.

Ijtima Ulama pertama menghasilkan keputusan mendukung Prabowo Subianto, dengan rekomendasi wakil yang saat itu belum dipilih, di antaranya Ustad Abdul Somad, Aa Gym, dan beberapa nama lain. Ijtima Ulama 2, hasilnya sama, namun dengan rekomendasi wakil presiden yang berbeda. #tempo.co