JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ratusan Tabloid Indonesia Barokah Masuk Wonogiri. Ini Langkah yang Diambil Bawaslu

Ali Mahbub menunjukkan tabloid IB di Kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri.
Ali Mahbub menunjukkan tabloid IB di Kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri.

WONOGIRI-Tabloid Indonesia Barokah (IB) ternyata telah ditemukan beredar di Kabupaten Wonogiri. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri dengan sigap mengambil langkah tegas.

Informasi yang dihimpun, sedikitnya, ada 10 kecamatan diWonogiri menjadi sasaran peredaran tabloid IB.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub, mengatakan ada sekitar 100 lembar tabloid yang masuk Wonogiri. Pihaknya mendapat informasi beredarnya tabloid IB dari pegawai Kantor Pos Wonogiri serta anggota Timses salah satu Paslon Capres di daerah Wonogiri.

Baca Juga :  Dari Layanan KB Gratis di Puskesmas Giriwoyo 1 dan 2 Wonogiri Sukses Jaring 32 Akseptor, ini Perinciannya

Pihaknya lalu bekerjasama dengan Kantor Pos untuk menahan atau menyimpan tabloid. Supaya tidak diedarkan ke alamat penerima yang umumnya kalangan takmir masjid di 10 wilayah itu.

“Karena kasus ini sudah ditangani Bawaslu Pusat maka kewenangan kami hanya minta agar kiriman pos ditahan atau disimpan terlebih dahulu,” kata dia, Kamis (24/1/2019).

Dia menyebutkan, kesepuluh kecamatan itu antara lain Tirtomoyo, Giritontro, Kismantoro, Purwantoro,  Jatiroto, Bulukerto, Nguntoronadi, dan Wonogiri.

Dia mengakui, pihaknya memang belum membaca seluruh isi tabloid yang disebut-sebut merugikan salah satu Paslon Capres itu. Kendati demikian, dilihat sepintas pola peredaran tabloid mingguan yang menyasar masjid-masjid itu sudah terstruktur, sistematis dan masif atau TSM.

Baca Juga :  Safari KB di Puskesmas Wuryantoro Wonogiri Jaring 21 Orang Akseptor, Ternyata Tak Hanya Soal Pemasangan Alat Kontrasepsi

Untuk mencegah terjadinya kegaduhan politik menjelang Pemilu serentak 2019, Bawaslu Wonogiri bersama Polres dan Kantor Pos setempat menghentikan peredaran BI ke tengah masyarakat. Dia mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing jika ada pihak-pihak yang ingin memecah pelah persatuan dan kesatuan menjelang pemilu serentak. Aris Arianto