loading...
Istimewa

SOLO– Panitia Solo Great Sale (SGS) 2019 menargetkan transaksi sebesar Rp 600 miliar selama satu bulan digelar, 1-28 Februari 2019. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan capaian transaksi SGS 2018 lalu yang mencapai Rp 530 miliar.

Sekretaris Panitia SGS 2019, David R Wijaya menyebutkan, dengan mengangkat tema “Mudahnya Berbelanja Di Masa Penuh Warna”, event SGS 2019 kali ini akan melibatkan lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) termasuk di dalamnya 2.500 pedagang di 43 pasar tradisional di Solo.

Baca Juga :  Solo Runners Berbagi Kasih Sayang di Rumah Lentera

“Tema yang diambil sangat relevan dengan tantangan yang cukup besar di tahun politik ini. Selain itu, persaingan global, perkembangan teknologi digital dan era disruption membutuhkan terobosan dan inovasi yang tepat,” urainya, Selasa (29/1/2019).

Ditambahkan Ketua Panitia SGS 2019, Gareng S Haryanto, pembukaan SGS 2019 akan digelar Kamis (31/1/2019) malam di Pendapi Gede Balaikota Surakarta. Di sisi lain, target jumlah tenant peserta kali ini telah melebihi target awal.

“Awalnya ditargetkan 6.000 an tenant, tapi saat ini sudah mencapai 7000an tenant. Jumlah tersebut tentu saja melampaui target kami dimana bisa menjadk tolok ukur antusiasme pelaku usaha di Solo,” ujarnya.

Baca Juga :  Geger Aksi Pria Gantung Diri di Laweyan Solo. Sempat Pamit Cari Pinjaman ke Istrinya

Sementara itu, pelaku bisnia online dan pelaku bisnis berbasis aplikasi semakin banyak dilibatkan dalam event SGS 2019 kali ini. Jumlah pebisnis online yang telah terdaftar sebagai tenant setidaknya mencapai 1.500 pelaku usaha.

Loading...

“Panitia SGS juga didukung Bank Indonesia (BI) dan bank perusahaan finansial technology (fintech) untuk mendorong penggunaan transaksi non tunai. SGS juga diikuti berbagai destinasi wisata seperti Museum Batik, Museum Keris dan taman hiburan lain. SGS juga didukung penyedia jasa transportasi wisata, seperti Sepur Kluthuj Jaladara dan Bus Tingkat Werkudara,” tukasnya. Triawati PP


Loading...