JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Waspadai Jenis-jenis Hama yang Kerap Menyerang Tanaman Padi. Ini Cara Mengatasinya

Petani Desa Selorejo Kecamatan Girimarto, Wonogiri menyiapkan peralatan penyemprot hama padi.
Petani Desa Selorejo Kecamatan Girimarto, Wonogiri menyiapkan peralatan penyemprot hama padi.

WONOGIRI-Tanaman padi yang banyak dibudidayakan petani wilayah Wonogiri saat ini sebagian berusia 30-an hari. Yang perlu diwaspadai adalah serangan beberapa jenis hama padi.

Jika serangan tidak segera diatasi, bakal mengganggu pertumbuhan padi. Hal itu terungkap ketika Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Rejeki Desa Selorejo Kecamatan Girimarto, Wonogiri, menerima sosialisasi cara mengatasi hama tanaman bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Yuli dan Kodim 0728 Wonogiri, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Dari Konfercab PGRI Cabang Giritontro Wonogiri, Joko Pudyanto Terpilih Sebagai Ketua, Berharap Kepengurusan Anyar Bisa Beri Warna Baru dan Wujudkan Hal ini

Yuli mengatakan, datangnya hama berupa kepinding tanah dan hama lainnya seperti siput, keong mas serta wereng merupakan hal yang lumrah pada saat musim tanam. Namun harus ada penyuluhan dan sosialisasi supaya permasalahan tersebut bisa diatasi.

“Bisa diatasi dengan upaya penyemprotan, perburuan atau bentuk pencegahan lainnya,” kata dia.

Misalnya, mengatasi kepinding, bisa dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan. Dengan formula pestisida yang tepat, hama kepinding tidak semakin banyak dan berkembang. Terlebih hama dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi nantinya.

Baca Juga :  Sedulur Warga PSHT Wonogiri, Ini Lho Perintah Ketua PSHT Cabang Wonogiri Joko Prihanto. Diantaranya Tidak Bergerak ke Solo Tetap di Rumah, Patuh Protokol Kesehatan Termasuk Hindari Kerumunan Massa

Danramil 18/Girimarto Kapten Cba Suparna melalui Babinsa Selorejo Sertu Maryadi mengatakan, adanya kendala dan problem petani yang ada di lapangan harus segera ditemukan.
Selanjutnya dikordinasikan bersama PPL, kemudian dilakukan tindakan penyelesaian dan kegiatan nyata di lapangan. Aris Arianto