JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Di Solo, Tim Prabowo Bentuk Posko di Rumah Milik Keluarga Cendana

pilpres
Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO – Kembali tim pendukung Prabowo-Sandi membangun posko pemenangan di Kota Solo. Kali ini, yang dijadikan alamat adalah sebuah rumah yang berada di lingkungan Kraton Surakarta.

Disebut-sebut, rumah tersebut merupakan bekas kediaman salah satu pangeran  yang disebut-sebut kini menjadi milik keluarga Cendana. Posko itu diresmikan oleh Wakil Bendahara Umum DPP Partai Berkarya, Purwanto, Miinggu (3/2/2019).

“Rumah ini memiliki nilai sejarah yang tinggi,” kata Purwanto di sela-sela peresmian posko bernama Ndalem Juang 02 itu.

Menurutnya, posko itu dibentuk bersama oleh para relawan bersama kader-kader partai koalisi. Keberadaannya menambah deretan posko yang dibuat oleh tim pemenangan Prabowo-Sandiaga di Kota Solo.

Baca Juga :  29 Kantor di DKI Jakarta Ditutup, 26 Karena Kasus Covid, 3 Langgar Protokol Kesehatan

Posko itu merupakan sebuah bangunan kuno, bekas kediaman GPH Suryo Hamijoyo, salah satu anak dari Paku Buwana (PB) X. Bangunan berarsitektur Jawa itu dibangun pada abad ke-17.

Rumah tersebut pernah digunakan dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. “Untuk pertandingan tenis,” kata Purwanto. Hingga kini rumah yang berada di depan kediaman raja itu masih memiliki lapangan tenis.

Hanya saja, Purwanto enggan menyebut status kepemilikan rumah kuno itu. Meskipun, di salah satu pilar bangunan tertulis bahwa rumah itu merupakan milik keluarga Ndalem Kalitan. Sebagai catatan, Ndalem Kalitan merupakan milik keluarga Soeharto yang berada di Solo.

Baca Juga :  Sekolah di Zona Hijau dan Kuning Diperbolehkan Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Tetap Wajib Penuhi 4 Persetujuan

Di posko itu juga terdapat beberapa atribut Partai Berkarya, partai yang dibentuk Hutomo Mandala Putra. Foto Suharto juga terpampang di halaman pendapa bangunan itu.

Salah satu kerabat keraton, KP Eddy Wirabhumi mengatakan bangunan kuno itu dulunya memang milik keluarga keraton. “Tapi lantas dijual kepada Keluarga Cendana,” kata dia.

www.tempo.co