loading...
Loading...

SOLO – Kembali tim pendukung Prabowo-Sandi membangun posko pemenangan di Kota Solo. Kali ini, yang dijadikan alamat adalah sebuah rumah yang berada di lingkungan Kraton Surakarta.

Disebut-sebut, rumah tersebut merupakan bekas kediaman salah satu pangeran  yang disebut-sebut kini menjadi milik keluarga Cendana. Posko itu diresmikan oleh Wakil Bendahara Umum DPP Partai Berkarya, Purwanto, Miinggu (3/2/2019).

“Rumah ini memiliki nilai sejarah yang tinggi,” kata Purwanto di sela-sela peresmian posko bernama Ndalem Juang 02 itu.

Menurutnya, posko itu dibentuk bersama oleh para relawan bersama kader-kader partai koalisi. Keberadaannya menambah deretan posko yang dibuat oleh tim pemenangan Prabowo-Sandiaga di Kota Solo.

Posko itu merupakan sebuah bangunan kuno, bekas kediaman GPH Suryo Hamijoyo, salah satu anak dari Paku Buwana (PB) X. Bangunan berarsitektur Jawa itu dibangun pada abad ke-17.

Baca Juga :  Laode M Syarif: Pemerintah Sudah Ingkari Konvensi Antikorupsi PBB

Rumah tersebut pernah digunakan dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. “Untuk pertandingan tenis,” kata Purwanto. Hingga kini rumah yang berada di depan kediaman raja itu masih memiliki lapangan tenis.

Hanya saja, Purwanto enggan menyebut status kepemilikan rumah kuno itu. Meskipun, di salah satu pilar bangunan tertulis bahwa rumah itu merupakan milik keluarga Ndalem Kalitan. Sebagai catatan, Ndalem Kalitan merupakan milik keluarga Soeharto yang berada di Solo.

Di posko itu juga terdapat beberapa atribut Partai Berkarya, partai yang dibentuk Hutomo Mandala Putra. Foto Suharto juga terpampang di halaman pendapa bangunan itu.

Baca Juga :  Ini 5 Tokoh yang Potensial Jadi Calon Ketua Umum PPP

Salah satu kerabat keraton, KP Eddy Wirabhumi mengatakan bangunan kuno itu dulunya memang milik keluarga keraton. “Tapi lantas dijual kepada Keluarga Cendana,” kata dia.

www.tempo.co

 

Loading...