loading...
Loading...

YOGYAKARTA, Joglosemarnews.com – Gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) dituding menjadi salah satu pemicu rusak dan terlepasanya 200 guilding block jalur tuna netra pedestiran Malioboro, Yogyakarta.

Dari 200 yang terlepas, 100 di antaranya hilang dan tidak diketahui siapa yang mengambilnya. Hal itu diungkapkan oleh Kepala UPT Malioboro, Ekwanto.

Dia mengatakan, tim dari Jogoboro diakuinya berusaha agar jalur difabel tersebut tetap terpasang sebagaimana mestinya di sepanjang 1,5 kilometer Jalan Malioboro. Dari 100 yang berhasil diamankan, Jogoboro telah memasang kembali dengan mengakali bagian-bagian yang rusak seperti baut.

Baca Juga :  UGM : Gelar Guru Besar Amien Rais Tidak Berlaku Karena Sudah Pensiun

“Separuh dari total 200-an kita berhasil amankan dan nantinya akan dipasang kembali. Kami sudah upayakan langkah memasang dan mengamankan guiding block ini,” ungkap Ekwanto, Selasa (19/2/2019).

Salah satu penyebab menurut Ekwanto adalah gerobak roda tiga milik PKL Malioboro yang melintasi guiding tersebut. Banyak PKL dengan gerobak melintas setidaknya dua kali setiap hari sehingga hal itu cukup berpengaruh.

Baca Juga :  UGM : Gelar Guru Besar Amien Rais Tidak Berlaku Karena Sudah Pensiun

“Karena itu kami tegas yang pakai roda satu tak pakai ban kita sita. Kami minta ganti roda empat agar tidak pas mengenai guiding block itu,” sambungnya.

Sementara Koordinator Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba mengatakan mudahnya guiding block terlepas dari posisi menandakan belum tercapainya esensi adanya pemandu difabel tuna netra yang sebenarnya.

“Ketika ini mudah sekali terlepas maka akan sangat bahaya bagi teman-teman tuna netra, bisa membuat mereka celaka karena ini panduan berjalan. Harusnya jadi perhatian instansi terkait lah,” ungkapnya.

Baca Juga :  UGM : Gelar Guru Besar Amien Rais Tidak Berlaku Karena Sudah Pensiun

www.teras.id

Loading...