loading...
Loading...
Twitter/@achmadzaky

JOGLOSEMARNEWS.COM – Cuitan Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky tentang industri 4.0 yang menyinggung presiden baru menuai serangan dari netizen. Dalam hal ini, netizen pendukung Joko Widodo (Jokowi) ramai-ramai mengkritik cuitan Zaky tersebut.

Pria asal Sragen tersebut menuliskan dana riset dan pengembangan di Amerika sebesar US$ 511 miliar, Cina US$ 451 miliar, Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, Singapore US$ 10 miliar, dan Indonesia US$ 2 miliar. “Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin,” tulis akun @achmadzaky pada 14 Februari 2019.

Baca Juga :  Rekaman Pembicaan Aktor Kerusuhan 22 Mei Sudah di Tangan Polisi

Alhasil, hingga pukul 22.40 tagar #uninstallbukalapak menjadi viral dan telah dicuitkan hingga mencapai 5.100. Bukalapak adalah salah satu start up Unicorn prestasinya yang melejit.

Ini perjalanan karier Achmad Zaky

1. Mengerjakan software quickcount pemilu sebuah stasiun televisi
Karier Zaky berawal dari keaktifannya di dunia teknologi sewaktu menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung atau ITB. Dilansir dari wawancara Hipwee dengan Zaky di tahun 2016 silam, pada saat itu ia mendapatkan tawaran mengerjakan software quickcount pemilu dengan nilai 1,5 juta untuk sebuah stasiun televisi nasional.

Baca Juga :  Seperti Ini Isi Surat Maaf Pengancam Penggal Kepala Jokowi

2. Membuka usaha kuliner mi ayam
Setelah lulus kuliah, ia dipengaruhi oleh teman-temannya untuk berwirausaha. Saat itu, ia langsung memutuskan untuk membuka sebuah kedai mi ayam. Dilansir dari techinasia pada tahun 2014, Zaky menghabiskan seluruh uang hasil menang dari berbagai perlombaan untuk membangun usaha kuliner tersebut. Sayangnya, usaha tersebut bangkrut.

3. Mulai membuka Bukalapak
Bermodal pengalaman membangun sistem IT saat dibangku kuliah, ia pun memutuskan untuk membuka Bukalapak guna menyalurkan UMKM lewat internet. Jatuh bangun pun harus dilewati Achmad Zaky karena kurangnya minat masyarakat di tahun 2009 untuk berjualan online. Namun, karena kemajuan zaman dan teknologi, hingga tahun 2011, sudah ada sekitar 10.000 pedagang yang bergabung di Bukalapak.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Miri Sragen, Mobil Pecatan TNI AD Gasak Pemotor Hingga Tewas Mengenaskan 

www.tempo.co

Loading...