JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Lagi, Aplikasi Go-Jek Dibobol Oknum Mitra dengan 25 Akun Palsu

Gojek
Gojek
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Gojek
Iluatrasi

JAKARTA –  Kasus order fiktif kembali menyeruak. Empat orang mitra ketahuan membobol sistem keamanan layanan transportasi berbasis aplikasi Go-jek.

Modusnya, pelaku menyuntikkan software khusus ke dalam ponsel pintar mereka untuk melakukan order fiktif demi mendapatkan keuntungan.

Chief Operation Officer (COO) Go-Jek, Hans Patuwo, mengemukakan keempat pengemudi tersebut telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan ditahan atas perbuatannya mengakali sistem aplikasi Go-Jek agar bisa membuat order fiktif dan meraup keuntungan hingga Rp 10 juta per hari.

Menurut Hans, pihaknya bersama tim penyidik masih menghitung nilai kerugian yang diterima Go-Jek atas perbuatan keempat drivernya yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

“Kerugiannya kami masih dihitung oleh tim penyidik Polda Metro Jaya ya. Mereka (tersangka) punya modus sendiri, secara spesifik saya tidak bisa sharing terlalu banyak,” tuturnya pada Rabu  (13/2/ 2019).

Baca Juga :  Kapolri: Penangkapan Joko S Tjandra Merupakan Perintah Langsung Presiden Jokowi

Dia memastikan Go-Jek akan terus menelusuri semua pengemudi nakal yang telah melakukan order fiktif di seluruh Indonesia. Namun sementara ini, menurut Hans sudah ada empat pengemudi yang ditindak atas perbuatannya mengakali sistem aplikasi Go-Jek.

“Pasti di setiap kota akan melaporkan hal itu dengan pihak kepolisian tertentu. Nanti kalau ada informasi lebih lanjut ya mungkin disampaikan,” kata Hans.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengatakan keempat tersangka yang telah membobol aplikasi Go-Jek tersebut berinisial RP, RW, CP dan KA.

Argo menjelaskan modus operandi para pelaku yaitu bisa mengoperasikan puluhan akun driver transportasi online agar bisa menerima order penumpang fiktif.

Baca Juga :  Berbekal Senjata Api, Remaja 19 Tahun Ini Begal 50 Sepeda Motor

“Keempat tersangka ini kami tangkap di Jelambar Jakarta Barat (Selasa 12 Februari 2019),” ujarnya.

Menurut Argo, tersangka menggunakan software khusus yang digunakan pelaku di ponsel masing-masing agar seolah-olah terlihat ada perjalanan yang dilakukan driver tengah membawa penumpangnya.

Argo menjelaskan masing-masing tersangka bisa memiliki 15-25 akun Go-Jek dan di dalam satu akun, perjalanan fiktif yang dilakukan driver bisa mencapai 24 kali.

“Dalam sehari, satu akun itu bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 350.000. Tersangka bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat, karena setiap tersangka memiliki 15 hingga 25 akun,” ungkapnya.

Argo memastikan pihaknya tidak akan berhenti pada empat tersangka tersebut, perkara itu akan dikembangkan untuk mencari tersangka lainnya.

www.tempo.co