loading...
Loading...

JAKARTA – Sabu seberat 11 kilogram senilai Rp 11 miliar itu sebenarnya sudah disembunyikan rapat-rapat oleh dua orang pengemudi truk di dalam bak kayu bagian depan truk tronton.

Akan tetapi, berkat bantuan anjing pelacak dan dibantu oleh petugas Bea Cukai serta otoritas Pelabuhan Banten, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) tetap mampu menemukannya.

Kedua sopir truk itu, Adnan A Razak dan Maimun akhirnya berhasil diringkkus di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Bojonegara, Serang, Banten, Minggu (10/2/2019).

Baca Juga :  Hasil Quick Count Beberapa Lembaga Survei Jokowi-Amin Unggul, Jokowi Tidak Deklarasi Kemenangan ini Alasannya

“Sabu disembunyikan di bak kayu bagian depan truk tronton, dekat kepala truk dalam beberapa bungkus plastik. Jumlah totalnya sebanyak 11 kg sabu,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari.

Arman mengatakan, pihaknya harus menurunkan anjing pelacak untuk menemukan sabu yang disembunyikan di bak kayu di bagian depan tronton.

Dia mengatakan, awalnya BNN mendapat info dari masyarakat bahwa ada dua truk tronton yang berjalan beriringan membawa narkoba menuju Jakarta melalui Pelabuhan Banten.

“BNN bersama dengan Bea Cukai dan otoritas pelabuhan melakukan penyelidikan dan menggeledah truk yang dicurigai itu. Saat penggeladahan itulah, kami turunkan anjing pelacak untuk mengetahui di mana mereka menyembunyikan sabu tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 6,9 di Banggai Paksa Warga Mengungsi ke Gunung

Saat ini, kata Arman, kedua tersangka dan barang bukti sabu sebanyak 11 kg dibawa ke kantor BNN, Cawang.

“Kami coba lakukan pengembangan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap dari mana sabu yang dibawa dua tersangka ini,” kata Arman.

Sebab sabu yang mereka bawa cukup banyak dan nilainya mencapai Rp 11 miliar. “Untuk barang bukti truk dititipkan di BNNP Banten,” katanya.

Baca Juga :  Akhir April Bandara NYIA Siap Diuji Coba

www.tribunnews.com

Loading...