loading...
Loading...

SOLO, Joglosemarnews.com – Dinas kebudayaan (Disbud) Kota Surakarta telah menentukan lima orang pemenang dalam lomba menulis cerita pendek berbahasa Jawa (Cerkak), Senin (11/3/2019) di Hotel Loji, Solo.

Mereka adalah Rudy Wiratama (UGM, warga Mangkubumen Solo) yang meraih Juara I dengan Cerkak berjudul “Yamadipati”. Juara II disabet oleh Suhamdani (Hamdani MW, wartawan Joglosemarnews.com) dengan Cerkaknya berjudul “Pahlawan”.

Guru SMP Kristen 1 Surakarta, Sri Budi Darwiyanti berhasil menggondol Juara III dengan karya Cerkaknya berjudul “Alexander Sainganku”.

Masih seorang guru, Juara Harapan I disabet oleh Trisakti Suprapti Mahayani Harjanti (guru SMPN 17 Surakarta) dengan karya Cerkak berjudul “Paket Nyalawadi”. Sementara itu, Juara Harapan II  dipegang oleh  Adi Wisnurutomo (UNS) dengan Cerkak berjudul “Joglo”.

Para juara selain menerima sertifikat dan trofi, juga menerima sejumlah uang pembinaan.

Lomba penulisan Cerkak tersebut diikuti oleh 102 peserta yang bertempat tinggal, beralamat dan bekerja di Solo. Lomba tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk melestarikan budaya lisan Jawa, sebagai dialog sehari-hari warga Solo khusunya dan Jawa pada umumnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Surakarta  Kinkin Sultanul Hakim, SH, MM yang diwakili Sekretaris Disbud,  Tutik Mulyani, SH mengatakan, pelestarian kebudayaan dan tradisi di masing-masing daerah merupakan tanggung jawab Dinas Kebudayaan.

Dikatakan Tutik  Mulyani, setidaknya ada  empat tanggung jawab yang harus dipikul Disbud tersebut, yakni melindungi, memberi manfaat, mewarisi dan mengembangkan.

“Dalam konteks ini, kami memiliki tanggung jawab atas kelestarian budaya di Wilayah Surakarta,” tandasnya.

Lomba yang terentang dari 6 Januari hingga ditutup 26 Februari 2019 itu melibatkan tiga orang juri yang mumpuni, yakni Drs Suparjo, MA (dosen Universitas Sebelas Maret Surakarta), Hanindawan (praktisi seni dan dosen) serta Andi Sriwahyudi (penulis asal Yogyakarta).

“Dalam pengumuman ini, kami tidak menyebutkan nama penulis. Melainkan hanya judul Cerkaknya saja,” ujar Hanindawan.

Sementara itu, Staf Disbud Kota Surakarta, Sruti Respati kepada Joglosemarnews menjelaskan, lomba menulis Cerkak tersebut adalah lomba kedua yang digelar oleh Disbud Kota Surakarta. Lomba pertama digelar pada tahun 2017 lalu.

“Yang menggembirakan, tahun 2019 ini antusiasme peserta meningkat tiga kali lipat dari lomba sebelumnya,” jelas Sruti.

Ia menambahkan, lomba tersebut digelar sebagai perwujudan misi Pemkot Surakarta dalam mewujudkan Kota Budaya. Hal itu merujuk pada sejarah, bahwa Kota Solo telah melahirkan banyak pujangga besar  yang turut mewarnai peta kesusastraan di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

“Faktanya, banyak terjadi pergeseran dan adaptasi yang berdampak pada menurunnya jumlah penulis yang produktif dan potensial,” bebernya.

Karena itu, jelas Sruti, sudah menjadi tanggung jawab Dinas Kebudayaan untuk kembali menggiatkan kepenulisan, utamanya yang berbasis bahasa Jawa.

“Harapannya ini akan mampu menumbuhkembangkan minat, produktivitas  dan kreativitas penulis di Kota Solo,” jelasnya lebih lanjut. suhamdani

Loading...