JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Luka Parah Usai Bertarung Lawan Harimau, Mardian Berjuang 5 Jam di Perjalanan Menuju Kampung Terdekat, dan Akhirnya Selamat!

harimau sumatera
Ilustrasi

INDRAGIRI HILIR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perjuangan Mardian untuk melawan harimau Sumatera itu akhirnya membuahkan hasil. Meski sekujur tubuhnya luka, namun ia berhasil selamat dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kasus serangan harimau Sumatera itu kembali terjadi di Riau. Kali ini serangan harimau sumatera terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (2/3/2019) siang.

Korban diterkam saat mencari kayu di hutan Sungai Rawa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Inhil, Riau, Sabtu (2/3/2019) kemarin.

“Korban saat ini dirawat di RSUD Puri Husada Husada Tembilahan, Inhu, karena terluka parah,” kata Kapolres Inhil AKP Christian Rony Putra dalam keterangan tertulis, Minggu (3/3/2019).

Baca Juga :  Ketua KPU dan Sejumlah Komisioner Positif Covid-19, Pilkada 2020 Tetap Jalan Sesuai Jadwal

Dia menjelaskan, korban awalnya sedang mengolah kayu di hutan Sungai Rawa bersama dua orang temannya bernama Bujang dan Nahar. Sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba terdengar suara Mardian terpekik meminta tolong.

Bujang dan Nahar yang berjalan lebih dulu langsung menoleh ke belakang. Keduanya menyaksikan harimau Sumatera sedang menerkam korban.

“Saksi Bujang berusaha menyelamatkan korban dengan tangan kosong, sedangkan saksi Nahar mencari bantuan ke luar hutan. Tak lama setelah itu Nahar bertemu dengan saksi Edi dan kembali ke lokasi kejadian,” kata Christian.

Baca Juga :  Diduga Gali Lubang dari Kamar, Napi Berhasil Kabur dari Lapas Tangerang

Saat itu, korban masih bergulat dengan harimau. Namun korban masih kuat untuk melawan.

“Berdasarkan keterangan saksi, korban berusaha melawan dengan cara menendang harimau. Tak lama setelah itu harimau langsung melepaskan cengkeramannya dari tubuh korban,” sebut Christian.

Korban mengalami luka gigitan punggung dan kepala. Mardian langsung dibawa rekannya menyelamatkan diri dengan menggunakan pompong atau perahu mesin menuju perkampungan warga terdekat yakni Desa Pungkat, sekitar lima jam dari lokasi kejadian.

“Saksi yang membawa korban meminta bantuan ke warga untuk membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit,” jelas Christian.

www.tribunnews.com