JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Simulasi Coblosan Pileg, Banyak Warga Masih Bingung dan Berpotensi Stress. Surat Suara Terlalu Lebar, Nama Caleg Terlalu Kecil 

Simulasi pencoblosan Pemilu di Karanganyar Selasa (26/3/2019). Foto/Wardoyo
Simulasi pencoblosan Pemilu di Karanganyar Selasa (26/3/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum (Pemilu)  yang akan berlangsung pada tanggal 17 April 2019 mendatang, mengaku bingung saat melakukan pencoblosan surat suara. Mereka menilai tulisan nama calon utamanya di Pileg terlalu kecil sehingga tak terlihat.

Sebagai bentuk pelampiasan, sebagian mengaku terpaksa hanya mendaratkan coblosan pada lambang partai karena kesulitan membaca calon.

Hal tersebut terungkap dalam simulasi Pemilu yang dilakukan Komisi Pemiihan Umum (KPU) Karanganyar, di Dukuh Jetis, Dusun Cerbonan, Keluarahan Karanganyar, Selasa (26/03/2019).

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Naik Jadi 453 Kasus, Jumlah Suspek Tembus 1.910. Jumlah Warga Meninggal Mencapai 90 Orang

“Surat suaranya terlalu besar. Para calon anggota legislatifnya juga banyak. Saya hanya mencoblos lambang partai saya tidak mencoblos nama calon anggota legislatif, karena tulisannya kecil. Saya jadi bingung, bahkan saat simulasi tadi, saya salah coblos,” ujar Bambang, salah satu warga Dukuh Jetis usai mengikuti simulasi.

Keluhan yang sama juga disampaikan sejumlah warga lain. Mereka mengaku kesulitan mencari nama karena hurufnya terlalu kecil dan kertasnya lebar.

Baca Juga :  Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

Hal itu langsung ditangkap oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Menurutnya

diperlukan kesabaran dan kehati-hatian saat menggunakan hak pilih dalam pemilu mendatang.

“ Ya kita harus hati-hati dan cermat. Jangan sampai keliru,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan bupati Karanganyar, Juliyatmono yang ikut dalam simulasi tersebut. Wardoyo