JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

SMRC: Jika Hoaks Kian Massif, Peluang Prabowo Makin Lebar

berita hoax
ilustrasi. Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Berita hoaks terhadap calon presiden inkumben, Joko Widodo (Jokowi) memperbesar peluang capres Prabowo. Meski demikian, survei tetap menunjukkan elektabilitas Jokowi masih tetap tinggi, yakni 57,6 persen dari 2.820 responden yang diwawancarai pada 24 Februari-5 Maret 2019.

Sedangkan elektabilitas Prabowo tercatat 31,8 persen. Hal itu terjadi lantaran yang percaya pada hoaks tidak cukup banyak.

Demikian dikatakan oleh Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan. Ia mengatakan, berita hoaks terhadap Jokowi cenderung menaikkan peluang lawannya, Prabowo.

“Hoaks tentang Jokowi negatif banget pengaruhnya terhadap Jokowi,” kata Djayadi di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Baca Juga :  252 Pegawai Kementerian Kesehatan Positif Covid-19, Tertinggi dari Klaster Perkantoran. Ini Kata Kemenkes: Kemungkinan Tertular di Kantor Kecil

Metodologi survei yang digunakan SMRC adalah dengan sampel acak berjenjang (multistage random sampling). Adapun responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 2.479 atau 88 persen, dengan margin of error lebih kurang 2 persen.

Sebanyak 6 persen responden yang percaya isu Jokowi adalah orang atau keturunan Partai Komunis Indonesia. Sedangkan yang tidak setuju sebanyak 73 persen. SMRC juga mencatat, tren isu Jokowi adalah PKI cenderung stagnan di kisaran 5-6 persen sejak September 2017.

Baca Juga :  JK Minta Pilkada 2020 Ditunda Sampai Vaksin Covid-19 Ditemukan

Isu lainnya, kata Djayadi, 10 persen responden setuju bahwa Jokowi merupakan kaki tangan pemerintah Cina. Sedangkan yang tidak setuju sebanyak 69 persen. Tren isu itu dalam satu tahun terakhir juga tidak terlalu jauh, yaitu kisaran 9-10 persen.

Selain itu, sebanyak 6 persen responden yang disurvei SMRC juga percaya bahwa Jokowi antiIslam. Tren terhadap isu itu juga stagnan.

Menurut Djayadi, bila hoaks terhadap Jokowi dipercaya semakin masif, maka peluang Prabowo menjadi lebih besar untuk menang. “Namun, sejauh ini trennya masih sangat sedikit yang mempercayai hoaks itu.”

www.tempo.co