loading...
Loading...
KBO Polres Sragen, AKP Yohanes Trisnanto saat memberikan pengarahan pada tujuh pengendara motor peserta kampanye yang tertangkap berknalpot brong. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Sebanyak tujuh kendaraan roda dua milik peserta kampanye paslon 01 asal Sragen terpaksa dihentikan dan diamankan lantaran kedapatan memakai knalpot brong.

Tujuh motor itu ditindak ketika hendak menghadiri acara kampanye terbuka ke Solo, dua hari lalu. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui KBO Polres AKP Yohanes Trisnanto mengungkapkan tujuh motor itu tertangkap saat dilakukan pemeriksaan oleh tim di Grompol, Masaran.

Baca Juga :  Pendaftar CPNS Sragen Diprediksi Capai 3.000 Orang. Hari Pertama Masih Nihil, BKPP Sebut Kemungkinan Pendaftar Bakal Ramai Mulai Hari Kedua 

“Untuk hari pertama Selasa (9/4/2019) ada 7 sepeda motor peserta kampanye 01 yang kita hentikan karena knalpotnya tidak standar atau knalpot brong. Kalau untuk paslon 02 hari ini, tidak ada temuan peserta yang mengendarai motor berknalpot brong,” papar AKP Yohanes Rabu (10/4/2019).

Menurutnya, tujuh motor itu tidak diberikan sanksi tilang. Akan tetapi, pengendara atau pemiliknya langsung diminta melepas knalpot brong dan mengganti dengan knalpot aslinya.

Baca Juga :  Operasi Zebra di Sragen, 4.947 Pengendara Harus Pasrah Terjaring Tilang, Dua Orang Tewas di Lokasi Yang Sama 

“Tidak ada yang ditilang. Kita minta untuk dilepas dan dikembalikan lagi dengan knalpot aslinya,” tukasnya.

Pun dengan barang terlarang, petugas tak mendapati ada peserta yang membawa barang terlarang.

Sementara pada kegiatan yang sama Rabu (10/4/2019) terhadap aliran masaa kampanye paslon 02, AKP Yohanes menyampaikan tidak ada temuan peserta yang membawa motor berknalpot brong.

“Hari ini nihil tidak ada temuan,” tuturnya.

Baca Juga :  HP Terciduk Ada Video Wik Wik, Siswa SMK di Sragen Ini Malah Tertawa Saat Diinterogasi Petugas Satpol PP. Akui Hasil Download, Takut Jika Ketahuan Ortu 

Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan sebelumnya mengatakan razia dan penyekatan aliran massa kampanye digelar di dua titik perbatasan Sragen menuju ke Solo. Yakni di Kalijambe dan Masaran.

Hal itu digelar guna mengantisipasi hal tak diinginkan dari massa peserta kampanye serta memastikan mereka.steril dari barang-barang yang dimungkinkan membahayakan dalam pelaksanaan kampanye. Wardoyo

 

 

 

 

 

Loading...