loading...
Loading...
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati angkat bicara soal pemeriksaan terhadap dirinya perihal kasus fotonya berpose satu jari saat menghadiri acara wayangan yang digelar Bawaslu setempat. Ia mengaku tak ada niatan berkampanye dalam pose satu jari yang dilaporkan oleh tim BPN Prabowo-Sandi Sragen ke Bawaslu tersebut.

Sebaliknya, bupati menyebut dirinya sebagai kepala daerah yang paling netral karena tak mengajukan cuti kampanye.

“Enggak netralnya dimana coba. Kalau saya diajak foto selfie peace men, apakah saya juga akan dilaporkan? Saya kepala daerah paling netral karena saya tidak mengajukan cuti kampanye. Itu bukti kenetralan saya,” paparnya kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Baca Juga :  4 Petani di Ngrampal Sragen Ditangkap di Pos Ronda. Polisi Amankan Kartu dan Uang Rp 72.000

Pernyataan itu disampaikan usai ia diperiksa Bawaslu. Yuni diperiksa selama satu jam sejak pukul 08.00-09.00 WIB.

Bupati yang masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sragen itu menuturkan yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2019 itu adalah saat itu dirinya menghadiri undangan dari Bawaslu Sragen untuk acara talkshow Pemilu.

Menurutnya, yang hadir saat itu adalah Wabup, Forkompida, Kepala OPD, semua camat, Bawaslu Kabupaten, Bawaslu Provinsi, Panwascam dan tokoh masyarakat.

Ia mengaku sempat ditanya terkait pose satu jarinya yang kemudian dipersoalkan oleh tim BPN Prabowo-Sandi Sragen.

Baca Juga :  3 Warung di Cantel dan Mojomulyo Sragen Digerebek Polisi. Petugas Amankan Puluhan Barang Ini 

“Ya saya jawab pada saat itu take yang pertama gaya ngapurancang resmi. Lalu take yang kedua fotografer minta gaya bebas. Reflek saya waktu itu begini. Bisa dibilang gaya bebas karena saya kan bupati, orang nomor satu di Sragen. Ya refleknya begini (menunjukkan jari). Kenapa harus dipertanyakan,” tutur Bupati Yuni.

Ia pun beralasan pose mengacungkan satu jari itu karena dirinya ingin mengajak warga bahwa Pemilu 2019 harus sukses. Pesannya hanya satu yakni sukseskan pemilu 2018.

Baca Juga :  Pemkab Sragen Siapkan Rp 80 Miliar Untuk Bayar THR dan Gaji 13 PNS. Simak Jadwal Pencairannya! 

“Pesen saya enggak banyak. Hanya satu, sukseskan Pemilu 2019. Yang dilaporkan oleh BPN itu bukan apakah itu ada unsur kampanye atau tidak, tapi lebih kepada netralitas kepala daerah,” tegasnya. Wardoyo

Loading...