loading...
Loading...
Penampakaj 2 ABG terduga pelempar batu ke Bus Eka pagi ini dihadirkan untuk konferensi pers di Mapolres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Benang merah kasus kecelakaan maut Bus Eka gasak dua motor di Ring Road Utara Sragen wilayah Tlobongan, Sidoharjo akhirnya terkuak. Polres menciduk dua ABG yang diduga menjadi pelempar batu ke arah sopir hingga mengakibatkan sopir terluka dan bus hilang kendali.

Dua ABG itu, Jumat (12/4/2019) pagi ini dihadirkan di Polres untuk dilakukan konferensi pers. Saat dikeler, keduanya hanya nampak tertunduk.

“Iya akan digelar konferensi pers pelemparan batu ke Bus Eka nanti jam 10.00 WIB,” papar Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi.

Sebelumnya, penyidik Satlantas dan Reskrim bersinergi mengusut dugaan pelemparan batu yang memicu kecelakaan menewaskan 1 orang dan melukai 5 korban Rabu (10/4/2019) malam.

Pihak Polres Sragen sudah memanggil tujuh orang penumpang Bus EKA S 7549 US untuk diklarifikasi perihal laporan dari sopir bus yang mengaku menjadi korban pelemparan 2 remaja tak dikenal sebelum kejadian.

“Di bus itu ada tujuh orang penumpang. Semua kita panggil dan kita undang untuk mengetahui bagaimana kejadiannya,” papar Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dani Permana Putra, kepada Joglosemarnews.com Kamis (11/4/2019).

Baca Juga :  Innalillahi, Anggota Polsek Masaran Bripka Kurniawan Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Siang Bolong. Pelaku Terdeteksi Kendarai Sepeda Motor

Kasat mengungkapkan pemanggilan tujuh penumpang itu guna mengorek keterangan apakah benar bus terlebih dahulu dilempar batu dan mengenai sopir.

“Kita kuatkan dulu dengan keterangan penumpang di dalam bus. Nanti akan tahu sebenarnya apakah pelemparan itu hanya pembelaan sopir atau memang terjadi pelemparan,” tuturnya.

AKP Dani menambahkan saat ini kasus tersebut masih dalam pendalaman intensif tim penyidik. Pengemudi bus masih diamankan di Polres untuk dimintai keterangan.

Terpisah, sopir bus Eka, Eko Suprastiyo (38) sopir Bus Eka bernop S 7549 US asal Junwatu RT 02/01 Junwangi, Krian Sidoarjo, Jatim mengungkapkan sebelum bus kecelakaan, memang dilempar batu oleh dua remaja tak dikenal.

Akibat lemparan batu, ia langsung tak sadarkan diri terkena lemparan batu dari dua orang remaja tak dikenal di dekat lokasi kejadian.

Lemparan itu membuat dia kehilangan kesadaran dan bus kemudian hilang kendali.

“Awalnya dari Terminal Tirtonadi mau ke Surabaya. Karena belum waktunya masuk kota, tadi malam kita lewat ring road. Habis belok kanan, tahu-tahu ada motor boncengan ngebut dari depan. Begitu dekat, mereka pelan dan langsung melempar batu lalu kabur,” papar Eko ditemui Joglosemarnews.com usai diperiksa di Polres Kamis (11/4/2019).

Baca Juga :  Begini Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut Tabrak Lari Yang Tewaskan Polisi Sragen Bripka Kurniawan. Berawal Cari Alamat Lalu.... 

Eko menuturkan pelaku hanya sekali melempar batu. Namun batu yang sebesar genggaman itu tepat mengenai wajahnya sehingga langsung pingsan.”Habis kena batu, saya sudah enggak bisa melihat. Tapi sempat dengar yang di dalam teriak-teriak rem-rem tapi saya sudah nggak bisa melihat lagi. Tahu-tahu sudah posisi di atas kursi dan dievakuasi ke rumah sakit,” tuturnya.

Ia pun berharap agar pelaku bisa diusut tuntas dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Sebab perbuatan mereka tak hanya membahayakan pengemudi bus saja, namun juga bisa mengancam keselamatan penumpang.

“Kalau kena sopir saja nggak masalah, lha kalau sampai bus masuk jurang, apa enggak kasihan penumpang,” tuturnya. Wardoyo

Loading...