JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kasus Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Merasa Diperlakukan Seperti Napi Teroris

ahmad dhani
tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terdakwa kasus ujaran kebencian, Ahmad Dhani merasa diperlakukan tidak adil oleh Jaksa.

Ketidakadilan itu, ujar penasehat hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, salah satunya saat kliennya dihalangi bertemu dengan wartawan.

Karena itu, Hendarsam bakal membuat perhitungan dengan jaksa yang berbuat tidak adil terhadap kliennya.

“Tindakan kejaksaan berlebihan. Saya mensinyalir Ahmad Dhani ingin dibungkam untuk interaksi dengan masyarakat,” kata Hendarsam usai mengajukan penangguhan penahanan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik atas terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo alias Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (11/4/2019) sempat diwarnai keributan.

Baca Juga :  KPK Tangkap Menteri Edhy Prabowo, Mahfud MD Sebut Pemerintah Mendukung. Presiden Jokowi: Hormati Proses Hukum yang Berjalan

Keributan itu terjadi usai Dhani menjalani penundaan sidang pembacaan tuntutannya di Ruang Cakra PN Surabaya.

Keluar ruangan, Dhani nampak hendak memberikan keterangannya terhadap awak media, namun hal itu dihalangi oleh jaksa pengawal.

Ketua Tim Kuasa Hukum Dhani, Aldwin Rahadian Megantara mengatakan bahwa tindakan jaksa kepada kliennya itu adalah perlakuan yang berlebihan.

Aldwin menyebut, pentolan band Dewa 19 itu sebenarnya hanya ingin memberikan tanggapan kepada jurnalis yang menanyakan soal penundaan sidangnya hingga dua pekan ke depan.

Menurut Aldwin, keributan itu bahkan dipicu dari sikap oknum petugas kejaksaan yang memperlakukan kliennya seperti napi teroris. Aldwin pun mengaku akan melawan hal itu.

Baca Juga :  Dongkrak Partisipasi Pemilih Pilkada, Kementerian Kominfo Berdayakan KIM Lewat Konsep Adinda. Begini Penjelasannya!

Sedangkan Hendarsam mensinyalir juga ada upaya untuk membendung suara Ahmad Dhani yang selama ini vokal. Padahal, Kejaksaan Negeri Surabaya semestinya tidak punya kewenangan untuk melarang Ahmad Dhani bersuara, baik dari luar maupun dalam tahanan.

“Apalagi status Ahmad Dhani adalah tahanan pinjaman Kejari Surabaya,” ucap Hendarsam.

Tim penasihat hukum Ahmad Dhani, kata dia, telah mendata para jaksa yang bertindak refresif dan berlebihan kepada kliennya.

“Dua hari lagi akan kami tindak. Mekanisme dari internal kami akan ke komisi kejaksaan,” ucapnya.

www.teras.id