loading...
Loading...
Suasana rumah duka almarhum Agung Nugroho di Kawasan Kelurahan Karangasem RT03/ RW04 Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang anggota petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (P-TPS)di kota Solo, Agung Nugroho (31) meninggal dunia, Senin (29/4/2019). Agung Nugroho merupakan warga Kelurahan Karangasem RT 03/ RW 04 Kecamatan Laweyan, Kota Solo ini sebelumnya mengawasi TPS 21 tak jauh dari tempat tinggalnya.

Istri almarhum, Mela Siti Malikah (30) menuturkan, almarhum berangkat bertugas 17 April 2019 pagi. Setelah tugasnya selesai, Agung pulang 18 April 2019 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Tak sampai disitu, pagi harinya dia masih harus berangkat ke Kelurahan selama beberapa hari karena tugasnya dalam mengawasi proses perhitungan suara belum selesai.

“Sehari sebelum coblosan itu Mas Agung melakukan tranfusi darah di rumah sakit PKU Muhammadyah, soalnya HB-nya drop dan dokter meminta untuk dirawat inap, karena HB-nya masih 8,4, normalnya diatas 9. Tapi mas Agung minta pulang, ada tugas yang tidak bisa digantikan karena waktunya mepet. Dengan terpaksa dokternya mengizinkan,” papar Mela sambil terisak menceritakan kepergian suaminya.

Baca Juga :  Ginda Kembalikan Formulir Pendaftaran Bakal Calon Wakil Walikota Awal Pekan Ini

Dikatakan, Almarhum kembali dilarikan ke rumah saki untuk kembali melakukan tranfusi darah Selasa (23/4/2019) karena HB-nya kembali drop dan dirawat inap sampai Jumat (26/4/2019). Ketika dirawat inap, Almarhum masih sempat untuk menyelesaikan data survei, sebab Sehari-hari dia bekerja sebagai petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Solo.

“Saya juga ikut membantu menyelesaikan tugas ayah di rumah sakit,” katanya.

Biasanya, setelah rawat inap, pasti tubuh Agung segar, namun kondisi tersebut tidak terlihat selama dua hari berada dirumah. Tubuh agung lemas dan loyo. Puncaknya Minggu (28/4/2019) saat Almarhum usai mengambil Wudhu karena akan menjalankan salat Dzuhur. Dari kamar mandi dia terlihat jongkok, kemudian berjalan ngesot menuju kamar.

Baca Juga :  Kenalkan Electrifying Lifestyle, PLN Ajak Siswa SMA Membatik Dengan Canting Listrik

“Saya kaget, ayah jalannya kenapa? Setelah itu langsung saya peluk tubuhnya sudah keringat dingin. Saya panggil ibu kemudian mas Agung kami bopong kekamar. Setelah sampai kasur mas Agung muntah-muntah kemudian pingsan,” ungkap Mela

Agung sendiri menghembuskan nafas terakhir Senin (29/4/2019) sekitar pukul 15.30 sore. Almarhum dimakamkan di TPU Pracimaloyo, Makam Haji, Selasa (30/4/2019).

Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak berusia lima tahun bernama Muhammad Fatih Ozil Nugroho. Syahirul

Loading...