JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Fadli Zon Anggap Rencana Jokowi Memindah Ibukota Hanya Isapan Jempol Saja

teras.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibukota negara ke luar Pulau Jawa ditanggapi pesimis oleh Wakil Ketua DPR dan politisi Gerindra, Fadli Zon.

Fadli bahkan menilai rencana memindah ibukota tersebut hanya sebatas wacana atau malah hanya isapan jempol belaka.

“Enggak usah dibicarakan, karena hanya isapan jempol saja. Pengalihan isu,” kata Fadli usai mengikuti peringatan Hari Buruh di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Fadli mengatakan pembahasan pemindahan ibukota ke luar Pulau Jawa hanya panas-panas tahi ayam lantaran tidak dipikirkan dengan matang.

Baca Juga :  Kaget Koperasi Tak Diminati Kaum Milenial, Teten: Koperasi Perlu Visi Baru

“Dulu kan begitu, ngomong-ngomong lalu ngilang. Karena ini dagelan. Pemerintahan dagelan,” ucapnya.

Pasalnya, menurut politikus Partai Gerindra itu, pemindahan Ibukota harus ada kajian mendalam dan serius. Karena itu, ia yakin pemerintah tidak akan merealisasikan rencana itu dalam waktu dekat.

Presiden Jokowi sebelumnya memutuskan untuk memindahkan ibukota ke luar Pulau Jawa. Keputusan diambil pada rapat terbatas yang diadakan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Alasan pemindahan ke luar Pulau Jawa karena Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya sudah padat penduduk. Bahkan, Jakarta dengan jumlah penduduk 10,2 juta jiwa merupakan kota dengan kepadatan pendudukan keempat tertinggi di dunia.

Baca Juga :  Erick Thohir Sambangi KPK Diam-diam, Keluarnya Lewat Pintu Belakang, Ada Apa?

Masalah lainnya adalah kemacetan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menyebutkan kerugian ekonomi akibat kemacetan saja pada 2013 mencapai Rp 56 triliun.

“Mungkin angkanya sekarang sudah mendekati Rp 100 triliun per tahun,” kata dia.

Selain itu, daya dukung lingkungan Jakarta dinilai sudah tidak baik karena masalah banjir. Banjir di Jakarta bukan saja berasal dari hulu, tapi juga diakibatkan kemiringan muka tanah, terutama di pantai utara Jakarta yang penurunan muka tanahnya sekitar 7,5 centimeter per tahun.

www.teras.id