JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terancam Pidana Mati, Hermawan Susanto Kirim Surat Maaf ke Jokowi

tribunnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi/tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terancam maksimal hukuman mati, tersangka pengancam penggal kepala Presiden Jokowi, Hermawan Susanto (25) mengirim surat permintaan maaf.

Sebelumnya, ancaman tersebut sempat viral di media sosial. Surat itu ditujukan kepada Jokowi dan ditulis langsung oleh Hermawan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

“Surat itu langsung ditujukan kepada Bapak Jokowi,” ujar pengacara Hermawan, Sugiarto Atmowijoyo di Polda Metro Jaya, Selasa, 21 Mei 2019.

Menurut Sugiarto, surat tersebut akan dikirimkan menggunakan jasa pengiriman. Dengan begitu, ia berharap Jokowi menerima permintaan maaf kliennya.

Sugiarto mengatakan Hermawan melontarkan seruan bernada ancaman itu secara spontan. Kata Sugiarto, tidak ada niatan dari kliennya untuk benar-benar memenggal kepala Jokowi.

Baca Juga :  Jumlah Buruh PT Unilever yang Positif Covid-19 Bertambah, Kini Menjadi 22 Orang

“Soal niat membunuh presiden atau hal lain itu tidak ada,” ucap dia.

Hermawan Susanto menjadi perhatian publik setelah kalimat ancamannya terhadap Presiden Jokowi viral di media sosial.

Ancamannya itu drekam dalam video seorang peserta demonstrasi pendukung Prabowo di depan Gedung Bawaslu RI, Jumat 10 Mei 2019.

Setelah video itu viral, Hermawan dan ayahnya melarikan diri ke Parung, Bogor. Hermawan ditangkap di rumah budenya di Parung pada Minggu pagi.

Baca Juga :  Stafsus Mendagri: Pilkada di Tengah Pandemi Bisa Lahirkan Pemimpin Teruji

Hermawan terancam pasal berlapis, yaitu Pasal 104 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ancaman pidana maksimalnya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama 20 tahun.

Polisi menyebut Hermawan Susanto diduga dengan sengaja mengucapkan kata-kata “Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah”.

www.tempo.co