loading...
Loading...
Mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman didampingi kuasa hukumnya saat menjalani pemeriksaan di Kejari Sragen sebelum ditahan Jumat (14/6/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen resmi menahan mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman. Agus ditahan atas tuduhan ikut menerima aliran dana korupsi Kasda Sragen sebesar Rp 376 juta semasa pemerintahan Bupati Untung Wiyono tahun 2013 yang menyisakan ketekoran Kasda Rp 604 juta.

Agus yang juga Ketua DPD Golkar Sragen ditahan pada pemeriksaan kedua yang digelar di Kejari Sragen, Jumat (14/6/2019). Diiringi puluhan relawan dan simpatisannya, Agus datang ke Kejaksaan Sragen pukul 10.00 WIB.

Setelah menjalani pemeriksaan hampir 4 jam, Agus kemudian ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen.

“Iya, hari ini kami melakukan pemeriksaan sekaligus penahanan terhadap Pak AF sebagai tersangka kasus Kasda. Tadi datang sekitar pukul 10.00 WIB dan sempat menjalani pemeriksaan di Pidsus,” papar Kajari Sragen, Syarief Sulaiman, kepada Joglosemarnews.com.

Baca Juga :  Ketiban Balon Udara HUT Bhayangkara, Pemuda Asal Grobogan Datangi Polres Sragen Untuk Ambil Uang Hadiah dari Kapolres. Penasaran Berapa Jumlahnya?

Syarief mengatakan alasan penahanan dilakukan untuk mempermudah proses selanjutnya menuju persidangan. Selain itu pertimbangan subyektif lainnya, untuk mencegah melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan lain sebagainya.

Ia mengaku hanya meneruskan kasus dari Kajari sebelumnya. Kasie Pidana Khusus Kejari Sragen, Agung Riyadi menambahkan AF didakwa melanggar pasal 2 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tidak Pidana Korupsi.

Selesai menjalani pemeriksaan, Agus kemudian diantar ke Lapas Sragen dengan mobil Kejari Sragen. Para relawan, pengurus DPD hingga anggota Fraksi Golkar tampak menitikkan air mata saat melepas Agus menuju mobil.

Baca Juga :  Gugatan Sengketa Hasil Pemilu di Sragen. Satu Caleg DPR RI Menyerah, Satu Caleg DPRD Provinsi Lanjut ke MK 

Bahkan sebagian ikut mengantar sampai ke pintu Lapas Sragen.

Sementara, Agus tampak berusaha tegar dan meminta doa agar diberi ketabahan. Dia akan menghormati dan mengikuti proses hukum meski meyakinkan bahwa tak pernah melakukan atau menerima aliran dana korupsi Kasda seperti yang dituduhkan.

Sementara, tim dari Kantor Hukum Jas dan Partners selaku kuasa hukum juga turut mendampingi dan mengawal sampai ke Lapas. Ketua tim kuasa hukum Agus, Zam Zam Wathoni, mengatakan keberatan atas penetapan status tersangka dan penahanan kliennya.

Baca Juga :  Buntut Operasi Pencurian Listrik di Dawung Sambirejo, Para Tokoh Minta 6 Warga Terdenda Bisa Diputihkan. Manajer PLN Sragen Tunggu Kebijakan Pimpinan 

Sebab pihaknya memandang bahwa dakwaan kasus Kasda yang dijeratkan untuk kliennya sejak awal tidak dikonstruksikan dengan dakwaan penyertaan. Lantas perkara korupsi Kasda juga sudah selesai tahun 2013 dengan vonis terbukti dan pengembalian kerugian negara terhadap aktor-aktor utamanya seperti mantan Bupati Untung Wiyono, Kusharjono dan Sri Wahyuni.

“Tidak cukup bukti dan terkesan dipaksakan. Bagaimana bisa kasus yang sudah inkrah dan selesai tiba-tiba dibuka lagi dengan menjerat seseorang sebagai tersangka. Kerugian negara kasus Kasda juga sudah dibebankan dan dikembalikan oleh terpidana Untung Wiyono, Sri Wahyuni dan Kushardjono,” tandasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...