loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

TEMANGGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM– Suwarno warga Desa Krendetan, Bagelen, Kabupaten Purworejo ditangkap Polisi. Pasalnya pria itu terlibat kasus penipuan dengan cara menjanjikan kepada korban bisa mendatangkan rezeki.

Kasubbag Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti mengatakan, awal mula kejadian ketika tersangka bertemu dengan korban bernama Sholeh (55) warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung.

Kepada korban, ia memberi tahu bahwa mempunyai kenalan bernama Gus Arifin yang dapat membantu masalah keuangan.

Baca Juga :  Viral Aksi Menegangkan Tim Unit Lantas Semarang Evakuasi Mobil Mogok di Tengah Padatnya Arus Kendaraan 

“Kejadian bermula pada November 2018 korban yang mengalami masalah ekonomi kenal dengan pelaku dan mengaku punya kenalan orang pintar bernama Gus Arifin yangvbisa mendatangkan banyak uang. Ternyata Gus Arifin itu tidak lain merupakan nama fiktif yang sebenarnya pelaku itu sendiri,” terangnya, Jumat (19/7/19dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Henny menjelaskan, setelah korban termakan bujuk rayu tersangka kemudian korban diminta melakukan ritual-ritual, melakukan ziarah-ziarah, menyiapkan tumpeng, memberikan uang pancingan serta barang berupa cincin serta uang mahar yang seolah-olah atas perintah Gus Arifin.

Baca Juga :  Tak Kapok Dipenjara, Pemuda Ompong Kembali Bikin Ulah. Akhirnya Dibekuk Polres Kudus Gara-Gara Maling Ini 

“Atas kejadian tersebut korban menderita kerugian sebesar kurang lebih Rp 100 juta,” lanjutnya.

Lebih lanjut Henny mengatakan, dari tangan tersangka polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, berupa telepon seluler, beberapa sim card dan kartu ATM milik pelaku serta juga disita sajadah, sebatang kayu simpur, lima botol berisi air dari makam Walisongo, dupa, piring berisi bawang putih, bunga melati dan botol kecil minyak misik.

Baca Juga :  Keluar Dari Penjara, Malah Ajak Ponakan Jadi Pencuri. Akhirnya Berdua Dibekuk Polisi dan Dijebloskan Bui

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan hukuman maksimal empat tahun penjara,” pungkasnya. JSnews

 

Iklan
Loading...