JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Di Semarang, 4 Orang Anggota Pemuda Pancasila Dikeroyok dan Luka Bacok

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

ormas pemuda pancasila pp laporkan kasus pengeroyokan
Anggota Ormas Pemuda Pancasila mengadu terkait pengeroyokan yang mereka terima /tempo.co

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lima orang anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) mengalami luka bacok saat terjadi kasus pengeroyokan oleh sejumlah orang degan senjata tajam.

Insidwn itu sendiri terjadi di Diva Karaoke kawasan relokasi Pasar Johar, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/8/2019) malam.

Akibat pengeroyokan itu, lima anggota PP mengalami luka bacok.

Kuasa hukum korban dari Bantuan Hukum PPH, Budi Kiatno, di Polrestabes Semarang menyampaikan kronologi pengeroyokan itu terjadi sekira pukul 21.00 WIB.

Saat itu, enam anggota PP sedang ingin menghibur diri.

“Tiba-tiba karyawan karaoke memanggil si Piton (nama panggilan), dibilang dipanggil seseorang. Tapi ternyata salah. Enggak tahu kenapa lima rekan lain yang saat itu mengikuti ke arah luar diserang tiba-tiba,” jelas Budi, Selasa (27/8/2019), seusai membuat laporan.

Baca Juga :  Kerumunan di Rumah Rizieq, Jusuf Kalla: Salahnya Karena Terjadi Saat Pandemi

Lima anggota PP itu mengalami luka bacok pada bagian kepala, punggung, dan tangan.

Pengeroyokan dilakukan 20-an orang yang terlibat dalam bentrok malam itu. Satu di antaranya mengalami luka serius bernama Agus.

Hingga saat ini para korban tengah menjalani proses perawatan di RS Pantiwilasa Citarum.

Namun ada empat rekannya dilarikan ke RS Bhayangkara Semarang.

Semua korban berasal dari Kota Semarang dengan identitas masing-masing Fernando (33) warga Barusari, Agus Manto (35) Pedurungan, Sugiyono (33) Pedurungan, M Zainal (24) Pedurungan, dan Joni (33) Pedurungan.

Maka organisasi langsung berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang melaporkan terjadinya peristiwa ini.

Baca Juga :  Mahfud MD Minta Kondusivitas Selama Pilkada 2020 Tetap Terjaga

Pelaporan terkait pengeroyokan karena ada korban. Yang jelas identitas dan barang bukti sudah ada, jadi bahan lapor kami.

“Mungkin mereka melihat ada rekan kami memakai tas PP. Kalau identitas mereka adalah sudah dilaporkan,” terangnya.

PP akan terus melakukan penyelesaian secara hukum dengan mengikuti prosedur hukum yang ada.

“Ini laporan, biar nanti proses penyelidikan berlanjut,” jelasnya.

Seorang korban, Nando mengaku sama sekali tidak mengetahui pasti siapa orang yang mengeroyok teman-temannya.

Korban bacok di lengan kanan itu menuturkan, kejadian berlangsung sangat cepat tanpa sebab.

“Sangat cepat, bentrok enggak tahu kenapa. Sempat juga adu mulut, langsung bentrok saja,” ujar Nando.

www.tempo.co