loading...
Loading...
brobudur
ilustrasi/teras.id

JOGLOSEMARNEWS.COM – Kawasan segitiga Jogja, Solo, dan Semarang alias Joglosemar menjadi destinasi super prioritas pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Joglosemar menjadi destinasi super prioritas dengan ikon utama Candi Borobudur guna mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.

Penetapan sebagai destinasi super prioritas Joglosemar itu pun diikuti dengan pengucuran anggaran khusus bagi pengembangan wilayah tersebut. Besarnya anggaran untuk pembenahan infrastruktur dan utilitas dasar Joglosemar itu Rp 2,1 triliun atau dinaikkan sebesar tujuh kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 300 miliar.

Baca Juga :  Menhub Mengaku Diperintah Presiden Siapkan Konektivitas Joglosemar 

Tujuannya semua infrastruktur dan utilitas dasar, seperti jalan, bandara, dermaga air, dan listrik di Joglosemar harus tuntas selambat-lambatnya 2020, “Jadi tahun depan infrastruktur dan utilitas dasar Joglosemar harus selesai,” ujar Arief.

Arief menuturkan dengan target itu, pihaknya meminta para kepala daerah di kawasan Joglosemar segera berkoordinasi, untuk memetakan dan membenahi infrastruktur dan utilitas dasar pendukung pariwisata daerahnya masing masing, “Nanti walikota, bupati (kawasan Joglosemar) bisa berkoordinasi soal infrastruktur apa yang dibutuhankan dengan Badan Otorita Borobudur,” ujar Arief.

Baca Juga :  Menhub Mengaku Diperintah Presiden Siapkan Konektivitas Joglosemar 

Menurut Arief setelah Jogja memiliki bandara baru Yogyakarta International Airport atau YIA di Kabupaten Kulon Progo, maka diharapkan bisa benar-benar memicu kunjungan wisatawan mancanegara. Ia berharap rute-rute penerbangan internasional diperbanyak.

Kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang hadir dalam kesempatan itu, Arief mengatakan Kementerian Pariwisata sudah bersepakat jika ada rute penerbangan internasional baru akan didukung penuh, agar segera terealisasi.

Baca Juga :  Menhub Mengaku Diperintah Presiden Siapkan Konektivitas Joglosemar 

“Kemenpar akan support 100 persen jika ada penerbangan baru dari luar karena enam bulan penerbangan pertama, misalnya dari China, Malaysia, Singapura, Kamboja, itu memang harus disubsidi,” ujarnya.

Dengan daya dukung bandara dan pembenahan infrastruktur serta utilitas dasar, Arief optimis lima tahun mendatang kunjungan wisatawan yang mengunjungi kawasan Joglosemar akan melonjak menjadi 2 juta wisatawan mancanegara.

Jika angka kunjungan wisatawan manca itu tercapai, maka diperkirakan akan menghasilkan devisa sekitar US$2 miliar.

www.tempo.co

Loading...