loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 di Solo, Jumat (16/8/2019), ternyata seorang guru TPA dan dekat dengan anak-anak.

“Kalau dulu tidak mau bergaul, sekarang sudah baik. Dia saya tugaskan untuk ngajar TPA. Makanya saya benar-benar kaget kalau bisa seperti ini,”  ujar takmir masjid, Widodo Prasetyo kepada Joglosemarnews.

Widodo Prasetyo menjelaskan, warga sekitar sebetulnya sudah tahu latar belakang Abdur Rohim. Bahwa dirinya pernah mendekam di penjara selama 6 tahun lantaran kasus yang sama tahun 2010 silam.

“Tapi warga saya yakinkan untuk merangkul kembali biar Abdur Rohim bisa kembali bersosialisasi lagi dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Letkol Pnb Surono Jabat Danskadik 401 Lanud Adi Soemarmo

“Orangnya ini sedikit pendiam. Tapi ramah dan dekat dengan anak-anak disini. Soalnya dia juga ngajar TPA. Kurang lebih 4-5 tahun dia mengajar TPA di sini bersama istrinya,” tutur Sugiman (73) salah satu jamaah masjid Baiturrahman di dekat rumah terduga.

Salah satu siswa TPA, Anwar(12) mengatakn  Abdur Rachman orangnya baik. “Kami sering diajak futsal bersama temen yang lain,” ujarnya. Abdur Rohim sebenarnya pernah berurusan dengan Densus 88 sekitar bulan Mei 2010 lalu. Dalam persidangan ia terbukti bersalah sehingga divonis enam tahun, kemudian  dibebaskan tahun 2014.

Dari kejadian itu, Densus 88 Anti Teror kemudian menggeledah rumah yang beralamat di Jalan Kerinci Raya Kelinci 11, Sekip RT 03/03, Banjarsari.

Baca Juga :  Pemkot Solo Tunggu Instruksi Gubernur Terkait Larangan Konsumsi Daging Anjing

Dari hasil penggledahan, Densus 88 mengamankan beberapa barang bukti berupa sangkur, DVD, handphone, baju bela diri, kompas dan beberapa buah buku. A Setiawan

Loading...