loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – SD Marsudirini Surakarta tidak melewatkan HUT Kemerdekaan ke-74 RI. Aneka lomba digelar, baik untuk para siswa maupun guru, karyawan dan komite sekolah.

Lomba digelar selama dua hari, Rabu (14/8/2019) dan Kamis (15/8/2019). Lomba dilakukan secara pararel dan diikuti oleh seluruh siswa dari seluruh tingkatan, sehingga semua siswa terlibat dalam keceriaan bersama.

Beberapa jenis lomba yang dipertandingkan adalah lomba estafet karet gelang menggunakan sedotan, lomba pesan berantai, estafet kaos, serta lomba jembatan naga.

“Perlombaan diikuti oleh semua anak dalam kelas masing-masing, yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok. Untuk perlombaan kelas 5 dan 6, finalnya dipertandingkan Kamis esok harinya,” ujar Humas SD Marsudirini Surakarta, Y Suratno.

Hari kedua, Kamis (15/8/2019), seluruh guru, karyawan dan komite sekolah bersatu dan dibagi dalam kelompok-kelompok. Keseruan sangat terasa dengan adanya lomba yel-yel yang dibuat secara spontan.

Baca Juga :  Ini Bocoran Contoh Konsep Pendidikan dari Nadiem makarim

Beberapa lomba yang digelar di hari kedua, selain yel-yel adalah lomba balon berpasangan. Tisp kelompok mengirimkan dua orang wakil terbaiknya untuk mengikuti lomba ini.  Begitu serunya, sampai-sampai  ada pasangan yang terjatuh karena terlalu bersemangat memenangkan perlombaan.

Sementara itu, lomba estafet kaos diikuti oleh guru, karyawan dan komite. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Lomba estafet kaos ini menjadi heboh dan lucu, karena ada peserta yang memiliki ukuran badan yang tambun, sehingga tidak  muat.

Tak kalah serunya adalah lomba memindahkan kelereng menggunakan sumpit. Setiap kelompok mengirimkan tiga orang wakilnya untuk mengikuti lomba ini. Lomba ini membutuhkan konsentrasi penuh sehingga para peserta terlihat serius.

Di penghujung acara, yakni lomba menghias wajah dengan mata tertutup. Setiap kelompok mengirimkan tiga orang wakilnya. Setiap guru lelaki ditutup matanya untuk menghias guru wanita, sementara seorang menjadi pengarah. Hasilnya sungguh membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal, karena berlepotan.

Baca Juga :  Penghapusan UN Ditarget 2021, Ikatan Guru Indonesia Bilang Kelamaan!

Gelaran lomba tersebut dihadiri oleh Pengawas Gugus 2 Diponegoro Korwil 2,  Maria Sorongan. Melihat keseruan acara tersebut, Maria Sorongan ikut bergembira.

“Yang penting dalam rangkaian lomba ini adalah membangun kebersamaan, kekeluargaan, serta menjalin persatuan dan kesatuan antar warga sekolah demi tercipta suasana SD Marsudirini Surakarta yang unggul menuju Indonesia maju,” ujar Suratno. suhamdani

Loading...