loading...
Loading...
Para peserta peraih super tiket Audisi Beasiswa Djarum di Karanganyar. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM PBSI Karanganyar menyayangkan penghentian program pencarian bakat atlet bulutangkis usia dini lewat Audisi PB Djarum. Tudingan yang dilayangkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyebut audisi atlit bulu tangkis merupakan salah satu eksploitasi terhadap anak, dinilai sangat tidak beralasan.

Hal itu disampaikan Ketua PBSI Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan, Senin (9/9/2019). Menurutnya, selama ini dari gelaran audisi pencarian bakat bulu tangkis yang digelar oleh klub PB Djarum sejatinya sudah banyak melahirkan atlit berbakat. Bahkan salah satu pemain bulutangkis asal Karanganyar yang membela Timnas, Ribka Sugiarto juga lahir dari hasil audisi yang digelar PB Djarum.

Baca Juga :  Kerusakan Hutan Lawu Jadi Sorotan Nasional, Perhutani Angkat Bicara. Ungkap Ternyata Ada 21 Mitra Yang Memanfaatkan Hutan Mulai Cafe dan Wisata!

“Bahkan dari beberapa audisi tersebut beberapa atlit kita ada yang ‘nyantol’ (masuk) menjadi atlet dibawah pembinaan dari PB Djarum salah satunya ya Ribka itu,” terang Juliyatmono Senin (9/9/2019) sore.

Menurut Juliyatmono tidak banyak pihak lain yang melakukan pembinaan seperti apa yang telah dilakukan PB Djarum. Dimana untuk mencetak atlet potensial harus di lakukan pembinaan sejak usia dini.

“Jika disebut mengeksploitasi saya kira tidak tepat juga. Hanya atribut atau identitas kaos itupun nama Djarum bisa diganti dengan yang lain,” papar Juliyatmono.

Disampaikan Juliyatmono, pihaknya kemarin sudah bertemu dengan perwakilan dari PB Djarum yang akan menggelar audisi umum bulu tangkis di Karanganyar pada bulan Oktober mendatang.

Baca Juga :  Longsor Jebol Rumah Kromo Dikem,Warga Jenawi Karanganyar Gotong Royong Beri Bantuan

“Selama ini, saat digelar di Karanganyar peserta audisi selalu melampaui target. Dan nanti tetap akan ada audisi di sini,” tegas Juliyatmono. Wardoyo

 

Loading...