JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Botoh-Botoh Bobol Sejumlah Wilayah di Pilkades Sragen. Tembakan Bertebaran, Masyarakat Mulai Was-was 

Ilustrasi money politik
Ilustrasi money politik

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Upaya Pemkab Sragen untuk membendung praktik money politik dan botoh di Pilkades serentak, agaknya makin jauh panggang dari api.

Tak hanya praktik money politik yang masih subur, aksi para botoh atau petaruh pun juga dilaporkan masih marak.

Para botoh atau petaruh itu terdeteksi masih leluasa membobol di sejumlah desa penyelenggara Pilkades di Sragen.

Aksi botoh itu terungkap dari laporan sejumlah warga di beberapa wilayah.

“Iya sudah beberapa hari menjelang coblosan, banyak botoh yang masuk di beberapa desa di Kecamatan Kedawung dan Masaran. Rata-rata mereka menyerang Pilkades yang petanya sengit. Polanya mereka memasang taruhan lalu menyebar uang tembakan untuk mempengaruhi warga yang memilih,” papar salah satu tokoh masyarakat di Masaran, Suyadi Kurniawan, Rabu (25/9/2019).

Ia menyebut masuknya botoh membuat warga resah. Sebab kehadiran mereka berpotensi merusak persaingan dan peta kekuatan pilihan warga.

Baca Juga :  Viral, Beredar Video Mesum Sepasang ABG Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Netizen Sebut Angel Wis Angel Tenan..

Menurutnya, praktik botoh itu juga bisa merugikan masyarakat lantaran tebaran uang dari botoh bisa mempengaruhi peta pilihan warga.

“Karena botoh ini menghalalkan segala cara agar yang ia dukung di taruhannya itu bisa menang. Mereka nggak berfikir apakah calon itu kapabel atau tidak. Yang penting botohan dia menang. Ini yang bahaya, akhirnya calon-calon yang bagus bisa hancur karena pengaruh botoh yang merasuki warga dengan tebaran uang. Dan jumlah uang yang disebar rata-rata lebih besar dari tembakan calon,” terangnya.

Indikasi botoh juga diungkap anggota DPRD Sragen dari Fraksi Demokrat Mualim menambahkan bahwa kinerja satgas Anti Money politic dinilai gagal. Pihaknya juga melihat mulai ada peran botoh/petaruh dalam gelaran pilkades. ”Botoh di Singensumonar (Gesi, Tangen, Sukodono, Mondokan, Jenar) cuma botoh kecil, yang besar itu bermain di daerah selatan bengawan,” kata dia.

Baca Juga :  6 Remaja Anggota PSHT Sragen Diserang dan Dikeroyok Puluhan Gerombolan Bermotor di Pilangsari Ngrampal. Dua Korban Dipukuli dan Ditendang Bertubi-Tubi Hingga Terluka

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan menyampaikan ada indikasi botoh sudah mulai bekerja. Dia menyampaikan ada satu kecamatan yang dipantau terkait pergerakan botoh. Pihaknya belum menyampaikan soal wilayah yang sudah dimasuki botoh.

Soal penjagaan menjelang pilkades, Polres Sragen mendapat bantuan dari lima polres, masing-masing satu pleton. Selain dari Sragen sendiri menggelar gelar pasukan pada Rabu pagi. Total ada 1.100 personil yang siaga untuk pengamanan pilkades.

Menjelang pilkades ini Bupati beserta jajaran terkait langsung terjun ke lokasi dan meninjau sejumlah desa. Diantaranya Desa Duyungan, kecamatan Sidoharjo dan Desa Pelemgadung Kecamatan Karangmalang. Wardoyo