JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Warga Sambirejo Ditemukan Tewas Tergeletak di Dekat Motornya Yang Masih Menyala

Polisi saat melakukan olah TKP. Foto/Wardoyo
Polisi saat melakukan olah TKP. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Dukuh Sidoharjo, Desa Musuk, Sambirejo digegerkan dengan penemuan warga yang tewas mendadak, Senin (9/9/2019) tadi malam. Korban ditemukan meregang nyawa tergeletak di dekat sepeda motornya yang masih menyala.

Korban diketahui bernama Yatno (45) warga Dukuh Kembang RT 3, Desa Musuk, Sambirejo, Sragen. Data yang dihimpun di lapangan, insiden temuan mayat itu terjadi pukul 18.45 WIB.

Korban ditemukan tergeletak di pertigaan jalan Dukuh Sidoharjo RT 07, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Korban ditemukan meninggal di dekat sepeda motor Yamaha Mio AD 6315 BGE. Data yang dihimpun di lapangan, korban diketahui kali pertama oleh tetangganya, Sutris yang hendak pergi untuk kumpulan RT.

Baca Juga :  Tambah 5 Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Sragen Hari Ini Jadi 782. Pasien Sembuh Tambah 18 Orang, Sudah 83 Meninggal Dunia

Sesampai di jalan Sidoharjo, ia kaget melihat ada motor tergeletak dengan mesin masih menyala hidup. Lalu ia menghampiri dan kaget saat mendapati ada seseorang tergeletak posisi jatuh dari sepeda motor.

Kemudian ia berlari memanggil ketua RT dan setelah itu warga berdatangan menuju TKP. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Sambirejo dam korban dievakuasi pukul 19.15 WIB.

“Usai menerima laporan, Polsek Sambirejo bersama tim Puskesmas dan tim Regident Polres Sragen langsung mendatangi TKP. Setelah tim Puskesmas dan Tim identifikasi tiba di TKP, kemudian dilakukan olah TKP dan pemeriksaan badan korban. Posisi korban terjatuh di samping sepeda motor serta pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga :  Dramatis, Puluhan Warga Sragen Nyaris Diterjang Kereta Api Saat Kebakaran Pabrik Sepatu di Kalijambe. Sempat Terhalang Kepulan Asap, Kerumunan Warga di Atas Rel Langsung Langsung Berhamburan

Karena keluarga korban tidak menginginkan untuk dilaksanakan otopsi, jenasah korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo