JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

KPK Cegah Imam Nahrawi ke Luar Negeri

Menpora Imam Nahrawi memberikan keterangan pers pengunduran dirinya di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/9/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ke luar negeri pasca penetapan tersangka dugaan kasus dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Pelarangan itu dilakukan dengan mengirimkan surat permintaan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Kami sudah melakukan pelarangan ke luar negeri. KPK sudah mengirim surat ke imigrasi sejak akhir Agustus 2019 ini untuk dua orang kasus dugaan suap hibah KONI,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih, Jakarta Kamis (19/9/2019) malam.

Baca Juga :  Gadis Belia di Palembang ini Dituding Jadi Pelakor, Dikeroyok 4 Orang hingga Disilet

Febri menjelaskan, penyidikan Imam Nahrawi beserta asistennya, Miftahul Ulum telah dilakukan sejak 28 Agustus 2019.

Dan dalam hitungan hari, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan sudah dilayangkan KPK kepada keduanya sejak awal bulan September 2019.

“Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa baru tahu sejak pengumuman kemarin, saya kira seharusnya bukan demikian info yang benar. Karena sebelumnya kami sudah beri informasi terkait penanganan perkara ini pada para tersangka,” katanya.

Lebih lanjut Febri menjelaskan, selain dugaan suap hibah KONI, KPK juga telah mendalami dugaan lainnya yaitu penerimaan suap terkait Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan dugaan penerimaan suap yang berhubungan dengan jabatan. “Maka yang digunakan tidak hanya pasal suap, tapi juga pasal gratifikasi,” ujar Febri.

Baca Juga :  Dibuka Sejak Kamis, Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 9 Sudah Lebih dari 5 Juta Orang. Kuota Hanya 800.000

Sebelumnya, KPK menduga selama periode 2014-2018 Imam melalui asistennya telah menerima Rp 14,7 miliar.

Selain itu, Imam juga diduga menerima Rp 11,8 miliar selama 2016-2018. Sehingga total uang yang telah diterima Imam secara keseluruhan berjumlah Rp 26,5 miliar.

www.tempo.co