loading...
Loading...
Robert, turis asal Inggris saat berpose di depan bangunan makam Pangeran Samudera di Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Di tengah upaya Pemkab mengikis image negatif soal Obyek Wisata Gunung Kemukus di Pendem Sumberlawang Sragen, seorang turis asal Inggris menyampaikan kesaksiannya perihal ritual dan tradisi di Kemukus.

Turis asal Inggris bernama Robert Radford itu mengaku tak percaya dengan cerita ritual seks di Kemukus yang pernah ditulis salah satu media asing beberapa tahun silam.

Pengakuan Robert itu terungkap ketika ia berkunjung ke Gunung Kemukus saat ritual satu sura lalu, Minggu (1/9/2019). Robert datang berdua bersama sang istri, Olivia.

Kepada Joglosemarnews.com, Robert mengakui memang tak banyak mengenal riwayat soal Kemukus. Ia datang sehari sebelum puncak ritual digelar dan murni untuk berwisata.

Baca Juga :  Panas dan Saling Serang, Kampanye Visi Misi Cakades di Tegalrejo Sragen. Kandidat Mulai Unjuk Kekuatan Massa 

“I just come here as a tourist. We came yesterday. I come from UK England,” ujarnya.

Robert mengaku hanya datang untuk melihat tradisi ritual dan kebudayaan yang ada di Kemukus saat puncak ritual di satu sura.

Menurutnya, ia bersama istri memang ingin melihat semua hal yang ada dan yang terjadi di Kemukus. Namun soal kabar dan mitos ritual seks, ia dan sang istri mengaku tak percaya soal itu.

Just looking to see what happen and see the culture. Just see how interesting is in here. Nothing else,” imbuh Robert.

Baca Juga :  Selain Bupati Yuni, Ini Daftar Tokoh Yang Mengambil Formulir Pendaftaran Calon Bupati-Wabup ke DPC PDIP Sragen. Salah Satunya Pernah Maju di Pilkada Sragen 2015 

Sementara Olivia mengaku dirinya bahkan sudah dua kali datang ke Kemukus juga saat puncak ritual satu sura.

Ia mengungkapkan tertarik datang ke Kemukus untuk berwisata, melakukan ritual ziarah dan melihat budaya larap slambu yang digelar tiap satu sura.

Soal image dan kabar soal ritual seks yang selama ini diidentikkan dengan Kemukus, Oliv juga mengaku tak percaya dan mengesampingkan mitos itu.

Ya, image obyek wisata Kemukus memang sempat kondang sebagai salah satu lokasi wisata religi yang beraroma negatif. Kemukus juga sempat menjadi sorotan dunia setelah salah satu media asing di Australia membuat geger dengan menulis soal tradisi seks bebas oleh pengunjung di Kemukus saat malam Jumat Pon.

Baca Juga :  Tak Diundang ke Kampanye Pilkades, Sejumlah Anggota BPD Desa Tanon Geruduk Panitia. Sempat Gulirkan Wacana Mosi Tidak Percaya 
Robert dan sang istri saat berpose bersama duta wisata Sragen ketika berkunjung saat ritual satu sura di Gunung Kemukus. Foto/Wardoyo

Malam Jumat Pon selama ini identik sebagai hari paling ramai ritual dan pengunjung kemukus bisa mencapai ribuan orang.

“Sebenarnya itu mitos dan pemahaman yang salah. Karena di sini sebenarnya hanya murni wisata religi. Ziarah ke makam Pangeran Samudera. Itu saja,” tutur Penanggungjawab Obyek Wisata Gunung Kemukus, Marcellu Suparno. Wardoyo

 

 

Loading...