JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Korban Rentenir asal Miri Sragen Yang Jual Rumahnya Via Medsos Ternyata Mengaku 20 Tahun Jadi Ketua Ranting PDIP

Jumadi saat menunjukkan tulisan di tembok rumahnya yang berisikan penawaran untuk dijual karena terlilit hutang rentenir. Foto/Wardoyo
Jumadi saat menunjukkan tulisan di tembok rumahnya yang berisikan penawaran untuk dijual karena terlilit hutang rentenir. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kisah miris yang dialami Jumadi (49) warga Dukuh Doyong RT 6, Desa Doyong, Miri, Sragen yang nekat melego rumahnya gara-gara terlilit utang rentenir, akhirnya membuka tabir soal sosoknya.

Jumadi yang didera stroke, ternyata mengaku sebagai pengurus PDIP. Pria yang terlilit banyak hutang itu ternyata menjabat sebagai Ketua Ranting PDIP.

“Saya njabat sebagai Ketua Ranting PDIP di Desa Doyong sudah 20 tahun Mas,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (15/9/2019).

Selama 20 tahun menjadi pengurus, Jumadi mengaku sudah jatuh bangun membantu perkembangan PDIP di wilayahnya. Termasuk yang terakhir di hajatan Pemilu 2019, dia mengaku turut berjuang membantu mencarikan suara untuk Ketua PDIP Sragen terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi serta membantu caleg DPR RI yang diusung PDIP.

Baca Juga :  Viral, Beredar Video Mesum Sepasang ABG Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Netizen Sebut Angel Wis Angel Tenan..

“Saya merasa selama ini perhatian dari pimpinan PDIP ke pengurus masih kurang. Mudah-mudahan nasib saya bisa didengar yang di atas dan DPP Mas. Saya 20 tahun berjuang membesarkan PDIP, sampai kena stroke begini,” tuturnya.

Jumadi menyita perhatian setelah terlilit banyak hutang dari rentenir dan berniat melego rumahnya dengan menawarkan via medsos dan lewat tulisan di tembok rumahnya.

Rumah yang ditinggali keluarga dan cucunya itu kini ditawarkan dengan ditempeli tulisan menyentuh.

“Rumah Ini Dijual Cepat Karena Terlilit hutang Bank Titil”.

Foto Jumadi dengan tulisan di tembok depan rumahnya itu dengan cepat menyebar bia media sosial. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , pria berprofesi sebagai buruh serabutan itu mengaku memang berniat menjual rumahnya itu sejak dua bulan lalu.

Baca Juga :  Viral, Video Pemandangan Miris Ratusan Pelamar Kerja di Pabrik Boneka PT CWI Masaran Sragen Berkerumun dan Berdesakan Memasukkan Lamaran. Sebagian Bahkan Sampai Terinjak-Injak Pelamar Lain

Hal itu terpaksa karena dirinya sudah terlanjur terjerumus dalam lilitan hutang dari rentenir. Ia mengaku terpaksa harus menjual rumah karena tak bisa lagi mengangsur dan membayar hutang yang sudah terlanjur menggunung.

“Hutang saya kalau ditotal ada sekitar Rp 50 juta. Yang ke bang titil (rentenir) sekitar 20an juta. Yang paling berat bank titilnya itu karena ada 15 sampai 20 orang yang saya utangi. Jadi tiap hari didatangi ke rumah minta angsuran. Saya sampai lemes, padahal saya sudah nggak bisa kerja sejak kena stroke tiga bulan lalu,” paparnya. Wardoyo