JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Turut Berbela Sungkawa, Kapolda Jateng  Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel  Jadi Imam Salat Gaib untuk 2 Mahasiwa Universitas Halu Oleo

– Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjadi imam dalam salat gaib untuk dua mahasiswa yakni Randi dan M. Yusuf Kardawi Mahasiswa Universitas Halu Oleo yang meninggal dalam aksi di depan gedung DPRD Sulawesi, Jumat (27/9/2019). Humas Polda Jateng16

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjadi imam dalam salat gaib untuk dua mahasiswa yakni Randi dan M. Yusuf Kardawi Mahasiswa Universitas Halu Oleo yang meninggal dalam aksi di depan gedung DPRD Sulawesi, Jumat (27/9/2019).

Salat gaib yang dilaksanakan di masjid An-Nur, Mapolresta Surakarta juga diikuti oleh puluhan personel Polresta Surakarta dan perwakilan dari IMM Jateng.

Usai sholat gaib, Kapolda menyampaikan, turut berbela sungkawa dan duka yang mendalam atas kejadian tersebut. Kapolda yakin bahwa Polri tidak akan tinggal diam dalam mengungkap kasus kematian dua mahasiswa tersebut.

Baca Juga :  Warga Solo Positif Corona Tambah 15, Ada Bayi Nakes Hingga Lansia, Kini Total 548 Kasus

“Saya yakin Polri dan bapak Kapolri akan proses pengungkapan. Kapolri sudah menyampaikan bahwa tindakan ini sangat disesalkan, sangat prihatin,” terangnya kepada wartawan.

Kapolda menambahkan, kejadian ini menjadi satu pelajaran bagi petugas keamanan. Dan Polri berkomitmen untuk mengungkap kasus ini. Sehingga, nantinya diketahui secara pasti siapa yang menjadi pelakunya.

“Polri berkomitmen untuk mengungkap agar jelas siapa yang menjadi pelakunya. Karena sampai tidak ada kejelasan akan muncul fitnah dan sebagainya,” ungkapnya.

Selain itu, jika kasus ini tidak berhasil diungkap maka bisa menimbulkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dan juga bisa memunculkan ketidakpuasan di masyarakat.

Baca Juga :  Rilis Single Perdana, Saka Unjuk Gigi Dengan "Gelang Putih"

“Petugas Polri yang sudah ditunjuk oleh Kapolri bisa segera mengungkap. Dan membawa pelakunya untuk diproses secara hukum dengan proses yang seadil adilnya,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Mario Prakosa mendesak agar kepolisian secepatnya bisa mengungkap kasus itu.

“Kami mengutuk keras kejadian ini, dan kami meminta agar kepolisian segera mengungkap kasus kematian dua mahasiswa ini. Karena jika dibiarkan, maka gelombang aksi yang semakin besar bisa terjadi,” tegasnya.  Tribratanews/JSNews