JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Buka Peluang Lolos 8 Besar Liga 2, Pertandingan Kontra Persis Solo Jadi Penentu

MENANG. Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta merayakan gol yang dicetak Rafi Angga ke gawang Persatu Tuban saat lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta, Minggu (13/10/2019). Dalam laga tersebut PSIM Yogyakarta berhasuil mengalahkan tim tamu Persatu Tuban. TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
loading...
MENANG. Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta merayakan gol yang dicetak Rafi Angga ke gawang Persatu Tuban saat lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta, Minggu (13/10/2019). Dalam laga tersebut PSIM Yogyakarta berhasuil mengalahkan tim tamu Persatu Tuban. TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri

JOGLOSEMARNEWS.COM – PSIM Yogyakarta berhasil menang dari tamunya Persatu Tuban dengan skor 2-0 di Stadion Mandala Krida, Minggu (13/10/2019).

Kemenangan tersebut membuat asa baru untuk bisa lolos ke babak 8 besar Liga 2 2019.

Tambahan 3 poin kembali menghidupkan peluang PSIM Jogja ke babak 8 besar sekaligus menjauh dari zona degradasi.

Asa terakhir bakal diperjuangkan pada pertandingan pamungkas babak penyisihan Wilayah Timur Liga 2 2019 lawan Persis Solo, Senin (21/10/2019). Namun, PSIM juga masih bergantung hasil pertandingan lain.

Sepasang gol kemenangan tim berjuluk Laskar Mataram masing-masing dicetak Yoga Pratama (28′) dan Dwi Rafi Angga (54′) lewat eksekusi penalti.

Pelatih PSIM Jogja, Liestiadi mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Kemenangan ini menurutnya jadi modal penting menatap partai pamungkas nan menentukan ke babak 8 besar lawan Persis Solo.

“Kita syukuri hasil 3 poin ini, otomatis PSIM aman dari degradasi. Kita tatap pertandingan lawan Persis Solo tanggal 21 Oktober 2019 nanti,” ujar Liestiadi.

“Padahal mereka dalam kondisi capek, tapi menunjukkan determinasi tinggi dan bermain dengan hati,” tambahnya.

Terpisah, pelatih Persatu Tuban, Bambang Sumantri, mengakui bahwa secara permainan anak asuhnya kalah. Namun, ia juga menyayangkan beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya.

“Pertandingan hari ini banyak tekanan, tapi pemain bermain maksimal. Disisi lain tuan rumah bisa membikin pemain kami frustasi,” ujar Bambang Sumantri.

Baca Juga :  Salat di Rumah Saat Ada Wabah Penyakit, Bagaimana Pahalanya?

Jalannya Laga

Dituntut wajib menang demi menghidupkan peluang ke babak 8 besar, PSIM Jogja yang mendapat dukungan ribuan pendukung setianya tampil agresif sejak sepak mula pertandingan.

Penetrasi talenta muda asli Jogja, Yoga Pratama, yang dipasang sebagai winger langsung memberi tekanan ke barisan pertahanan Persatu Tuban di awal laga. Namun crossingnya gagal dimanfaatkan Rosi Noprihanis yang bola sundulan kepalanya hanya menerpa jaring di sisi kanan gawang.

Tak berselang lama, Laskar Mataram kembali mendapat peluang. Sayang kali ini sontekan Dwi Rafi Angga yang dipasang sebagai penyerang tunggal masih melambung dari gawang.

Kemelut di kotak penalti Persatu Tuban hampir berbuah gol pembuka bagi tim tuan rumah andai tendangan full back kanan, Aditya Putra Dewa tak menyamping di kanan gawang.

Gol yang dinanti tuan rumah akhirnya hadir juga menit 28 lewat sepakan keras kaki kiri Yoga Pratama, yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang Persatu Tuban, Rully Desrian.

Pertengahan babak pertama, PSIM harus kehilangan winger andalannya, Rosi Noprihanis lantaran cedera dan digantikan Saldi Amiruddin. Tak ada lagi gol tambahan tercipta hingga babak pertama usai.

Di awal paruh kedua, PSIM sukses menggandakan keunggulan menit ke-54 seusai Dwi Rafi Angga dilanggar di kotak penalti. Keputusan tersebut menuai protes keras pemain Persatu, bahkan laga sempat terhenti beberapa saat lantaran pemain Laskar Ronggolawe mogok bermain dan menepi.

Baca Juga :  Salat di Rumah Saat Ada Wabah Penyakit, Bagaimana Pahalanya?

Setelah laga dilanjutkan kembali, Dwi Rafi yang juga menjadi eksekutor penalti tak menyia-nyiakan peluang untuk menggandakan keunggulan.

Tertinggal, Persatu mulai berani keluar menyerang. Bertumpu pada pemain naturalisasi sekaligus kapten tim Mamadou Lamarana Diallo, beberapa kali mampu merepotkan lini belakang PSIM.

Untung belum mampu terkonversi menjadi gol. Hingga tambahan waktu 5 menit dan wasit menutup laga, skor tak berubah tetap untuk kemenangan PSIM.

Tambahan 3 poin kembali menghidupkan peluang PSIM Jogja ke babak 8 besar sekaligus menjauh dari zona degradasi. Asa terakhir bakal diperjuangkan pada pertandingan pamungkas babak penyisihan Wilayah Timur Liga 2 2019 lawan Persis Solo, Senin (21/10). Namun, PSIM juga masih bergantung hasil pertandingan lain.

www.tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Laskar Mataram Buka Peluang Lolos 8 Besar Liga 2, Laga PSIM Yogyakarta Vs Persis Solo Jadi Penentu, Artikel Asli