JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Mengejutkan, Bandar Kakap Pil Koplo Masaran Mengaku Bisa Jual 10.000 Butir Perbulan. Sekali Pesan Rp 12 Juta, Untungnya Bikin Geleng Kepala

Kasat Narkoba AKP Djoko SU saat menghadirkan bandar pil koplo asal Masaran yang digerebek dengan barang bukti ribuan pil koplo. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Kasat Narkoba AKP Djoko SU saat menghadirkan bandar pil koplo asal Masaran yang digerebek dengan barang bukti ribuan pil koplo. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Fakta mengejutkan terungkap dari penangkapan bandar pil koplo asal Masaran, Indiasto Aji Pambuko (22).  Bandar kakap asal Dukuh Gondang, Jirapan, Masaran itu mengaku mampu menjual 10.000 butir pil koplo tiap sebulan.

Hal itu diungkapkan ketika ia dihadirkan ke Mapolres Sragen beberapa waktu lalu. Di hadapan polisi, ia mengaku bisnis pil koplonya sudah ditekuni sejak lima bulan silam.

Sekali pesan atau beli biasanya sebanyak 10.000 butir seharga Rp 12 juta.

Pasokan pil koplo itu diakui dipesan dari seseorang bernama Sumarno asal Depok.

“Kalau 10.000 itu bisa habis sebulan. Keuntungannya Rp 50.000 per boks isi 10 butir. Satu boks saya jual Rp 170.000,” papar Indiasto.

Baca Juga :  Boncengkan Bibinya Untuk Isolasi, Siswi SMA Asal Gawan Tanon Sragen Malah Ikut Tertular dan Positif Terpapar Covid-19. Kakek Neneknya dan 3 Tetangga Ikut Diswab, Bantuan Logistik Terpaksa Didorong di Depan Pintu

Ia mengatakan sudah lama mengenal bandar besar yang selama ini memasoknya. Bandar yang sempat mengalami kecelakaan hingga tangannya cacat itu menyebut barang pil koplo yang dijualnya jenis Trihex.

“Saya jual sebagian ke Sragen dan Karanganyar. Rata-rata pembelinya pemuda yang sudah kerja dan remaja,” urainya.

Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Djoko Satriyo Utomo mengatakan tersangka tinggal di perbatasan Karanganyar dan Sragen sehingga bisa dengan leluasa mengedarkan di dua wilayah.

Biasanya pelanggannya yakni pengecer yang datang membeli ke rumahnya untuk dijual lagi.

Saat digerebek, dari lokasi rumahnya, polisi mengamankan barang bukti 61 box berisi 6.100 pil koplo jenis Trihexiphenydil atau Trihex, uang tunai Rp 740.000 dan satu unir HP.

Baca Juga :  Awas, Anggaran Pilkada Semua Daerah di Masa Pandemi Bisa Membengkak 2 Kali Lipat. KPU Jateng Sebut Yang Nekat Melanggar Prokes, Pilkadanya Bisa Dihentikan!

Tersangka dibekuk pukul 18.00 WIB di rumahnya. Penangkapan dilakukan atas dasar laporan warga yang resah dengan aktivitas transaksi pil koplo yang dilakukan di rumah tersangka.

“Dari informasi itu, kemudian dilakukan penggerebekan dan penggeledahan di rumah tersangka. Hasilnya kami amankan 6.100 butir pil koplo jenis Trihex. Awalnya pil ini semua berjumlah 10.000 dan sudah laku terjual 3.900 butir,” urai Djoko.

Ribuan butir pil koplo itu disembunyikan di dalam kardus disimpan di belakang speaker di kamar tersangka.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat pasal 196 atau 197 UU RI tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Wardoyo