loading...
Satu keluarga asal Gondangrejo, Karanganyar saat tiba dari kepulangan mereka yang sebelumnya merantau di Papua. Mereka pulang lantaran dampak kerusuhan di Wamena dan papua yang tak kunjung membaik. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kerusuhan di Wamena dan Papua, berdampak buruk bagi warga pendatang. Tak terkecuali warga Karanganyar yang merantau di Papua.

Gelombang kepulangan warga Karanganyar dari Papua terus berdatangan. Selasa (8/10/2019) sebanyak lima warga yang terdiri suami, isteri dan anak yang merantau di Papua kembali pulang ke daerah asal yang berada di Desa Kragan Kecamatan Gondangrejo.

Sebelumnya, ada tiga warga yang pulang ke kampung, masing-masing, Suparman, Iwan Rifai (warga Gondangrejo), Kristian Budi P Hayu, warga Jaten. Kemudian disusul Icksan Kurniadi dan Warsito, warga Karangpandan

Kepala seksi (Kasi) bantuan sosial Dinas Sosial Karanganyar, Gunarto, kepada wartawan mengatakan, kelima warga yang pulang tersebut, masing-masing, Suparno, Haryani, Fahrul, Hazwan (satu keluarga) serta Suparti. Kelimanya merupakan warga Kragan Rt 02 Rw 04, Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo.

Baca Juga :  Ansor Banser Ngringo, Jaten, Karanganyar Semprot Disinfektan 18 Masjid

Menurut Gunarto, kepulangan warga yang berprofesi sebagai pedagang tersebut, dengan menumpang pesawat Hercules dan mendarat di bandara Halim Perdana Kusuma.

Dari bandara, jelas Gunarto, kelima warga tersebut,  melanjutkan perjalanan darat menuju Solo dan langsung dijemput Kepala Dinas Sosial, Agus Hery Bindarto dan diantar ke rumah masing-masing.

“Sampai saat ini, sudah sepuluh warga Karanganyar yang meninggalkan Wamena dan kembali ke kampung halamannya,” kata Gunarto, Rabu (09/10/2019).

Dijelaskannya, masih ada sekitar 9  warga Karanganyar yang rencananya juga akan pulang ke Karanganyar. Sembilan warga ini akan kembali ke Karanganyar, dengan menggunakan pesawat komersil.

Baca Juga :  Mayat Perempuan Misterius Mengambang di Sungai Jongkang Tasikmadu Karanganyar. Kondisinya Mengenaskan dan Jasad Nyaris Rusak

“Ada empat orang yang sudah membeli tiket dan akan berangkat pada tanggal 13 Oktober 2019 mendatang dan turun di bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Sedangkan lima warga lainnya, belum mendapatkan tiket, dan kita terus berupaya agar mereka mendapatkan tiket penerbangan,” tukasnya. Wardoyo