JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kisah Miris Seorang Ibu di Tawangmangu Karanganyar. Suami dan Anak Mendadak Didera Gangguan Jiwa, Kini Hanya Bisa Pasrah Berharap Uluran Tangan

Relawan Realita saat menyalurkan bantuan kepada Setyowati, di rumahnya, Rabu (2/10/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Relawan Realita saat menyalurkan bantuan kepada Setyowati, di rumahnya, Rabu (2/10/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kisah miris menyeruak dari lereng Gunung Lawu, Karanganyar. Seorang ibu  harus menanggung beban berat setelah satu persatu anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa.

Ibu malang itu bernama Setyowati, warga Dusun Dukun, RT 01  RW 02, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu. Kini ia hanya bisa pasrah menerima cobaan berat.

Betapa tidak, suami tercintanya yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga mendadak mengalami gangguan jiwa beberapa tahun lalu.

Lalu kini anaknya yang bernama Diah (20) juga mengalami hal yang sama, gangguan kejiwaan.

Diah diketahui mengalami gangguan jiwa sejak 2018 lalu, atau setelah lulus dari salah satu sekolah kejuruan di kota Solo.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Setyowati harus bekerja sendiri dan menjadi tulang punggung keluarga. Mereka juga masih hidup menumpang di rumah salah satu saudaranya.

Penderitaan Setyowati terungkap ketika sebuah komunitas Relawan Lintas Tawangmangu (Realita), Rabu (02/10/2019) tergerak membantu Setyowati.

Baca Juga :  Diduga Tersesat, Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Gunung Lawu Karanganyar. Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Jalur Pendakian Gegerboyo

Saat ditemui ketika menerima kunjungan relawan Realita, Setyowati mengungkapkan tak habis pikir dan tidak mengetahui penyebab orang-orang kesayangannya tersebut mengalami gangguan kejiwaan.

Ia menuturkan putri kesayangannya itu mendadak mengalami perubahan sejak lulus salah satu sekolah kejuruan di Solo tahun 2018 lalu.

Awalnya Diah sempat menjalani perawatan di RSJ Surakarta selama tiga minggu. Setelah tenang, baru dilakukan rawat jalan. Hanya saja, harus menjalani pemeriksaan rutin.

“Kalau suami saya, pastinya kurang tahu, Hanya saja awalnya bapak sering diam. Kalau anak saya, awalnya sering ngamuk dan  bicara sendiri,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (2/10/2019).

Setyowati menguraikan selama ini untuk biaya awal di RSJ, dirinya memang hanya bertumpu pada bantuan relawan Realita bersama warga setempat. Selanjutnya, untuk biaya rawat jalan dan biaya pemeriksaan rutin, sudah ditanggung oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

Baca Juga :  Usai Antar Teman Perempuannya Kencing di Semak-Semak Gunung Lawu, Pendaki Muda Langsung Hilang Lalu Ditemukan Jadi Mayat

“Sedangkan untuk biaya transportasi, biaya atas bantuan relawan,” ujarnya.Ketua Realita, Sutrisno, mengatakan, bantuan yang diberikan berasal dari seluruh anggota relawan.

“Sejak mengetahui keluarga ibu Setyowati mengalami kesulitan ekonomi, kami dari relawan langsung turun memberikan bantuan. Kita juga membantu biaya transportasi saat melakkan pemeriksaan rutin ke RSJ. Sedangkan untuk biaya pemeriksaan, sepenuhnya sudah ditanggung Dinas kesehatan dan Dinas Sosial,” terangnya.

Mereka berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk memberikan bantuan kepada Setyowati, sehingga dapat menambah penghasilan.

“Ibu Setyowati ini merupakan tulang punggung keluarga. Kami beharap ada perhatian lebih dari pemerintah. Apalagi ibu ini memiliki keterampilan menjahit. Sehingga nantinya dapat menambah penghasilan,” ujar Ridwan, salah satu relawan. Wardoyo