JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus PTSL Bonagung Dilaporkan ke Polda Jateng. BPN Sragen Masih Tahan 50 Sertifikat PTSL 2019, 5 Sertifikat Ditarik dan Dibatalkan 

Kuasa hukum warga Bonagung, Sularto Hadi Wibowo saat menunjukkan dua sertifikat asli atas nama satu warga yang diduga diproses pemecahan lewat program PTSL dengan indikasi pelanggaran syarat, Rabu (30/10/2019). Foto/Wardoyo
Kuasa hukum warga Bonagung, Sularto Hadi Wibowo saat menunjukkan dua sertifikat asli atas nama satu warga yang diduga diproses pemecahan lewat program PTSL dengan indikasi pelanggaran syarat, Rabu (30/10/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Pertanahan Nasional (BPN) memutuskan masih menahan 50 sertifikat hasil program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2019 di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen.

Tak hanya itu, sebanyak lima sertifikat hasil PTSL itu juga akan ditarik lantaran kedapatan bermasalah dan melanggar persyaratan.

Hal itu disampaikan Kepala BPN Sragen, Agus Purnomo saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan untuk program PTSL 2019 di Desa Bonagung, total ada 50 sertifikat yang didaftarkan.

Baca Juga :  Mencekam, Ratusan Massa Perguruan Silat di Sragen Serang Perguruan Lain yang Sedang Latihan. 4 Pendekar Jadi Korban Dilempari Batu hingga Ditendang

Sebenarnya 50 bidang sertifikat yang diperuntukkan bagi UKM itu sudah jadi semua. Akan tetapi karena muncul permasalahan di mana ada sebagian sertifikat yang didapati didaftarkan pakai letter C palsu dan sebagian sudah pernah terbit sertifikat, akhirnya 50 sertifikat itu masih ditahan di BPN.

“Masih kami tahan (50 sertifikat) di Bonagung. Belum akan kami serahkan,” paparnya belum lama ini.

Baca Juga :  Produksi Padi Merosot, Petani Sragen Rame-Rame Desak HPP Gabah Rp 5.500. Kuota Pupuk dan Jatah BBM Dikeluhkan!

Agus mengatakan dari 50 bidang itu, lima sertifikat nantinya juga akan ditarik. Sebab lima sertifikat itu diketahui bermasalah yakni didaftarkan PTSL dalam kondisi sudah terbit sertifikat.

Sehingga akhirnya terjadi dobel sertifikat. Karenanya lima sertifikat itu nantinya akan ditarik dan dibatalkan.

“Ada dobel. Sehingga salah satu tidak bisa didaftarkan. Validasi vidang tumpuk nggak bisa,” terangnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com